A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

ASEAN Siap Bantu Pemulihan Pasca Gempa Myanmar-Thailand - Ntvnews.id

ASEAN Siap Bantu Pemulihan Pasca Gempa Myanmar-Thailand

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mar 2025, 20:30
thumbnail-author
Katherine Talahatu
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Lokasi gempa bumi Myanmar. Lokasi gempa bumi Myanmar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - ASEAN menyampaikan solidaritasnya kepada rakyat Myanmar dan Thailand atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kedua negara. Sebagai bentuk kepedulian, ASEAN menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan pasca gempa.

Gempa yang terjadi pada Jumat siang, 28 Maret 2025, mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka, serta menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk Mandalay, Nay Pyi Taw, Bangkok, Chiang Mai, dan sekitarnya. Negara-negara ASEAN turut berduka atas dampak bencana ini dan siap mengerahkan bantuan untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

“ASEAN menegaskan solidaritasnya kepada para keluarga dan masyarakat yang menderita akibat gempa dan dampak yang ditimbulkannya,” demikian menurut pernyataan bersama para menteri luar negeri se-ASEAN yang diterima di Jakarta, Sabtu, 29 maret 2025.

Negara-negara ASEAN menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar dan Thailand merupakan prioritas mendesak yang harus segera disalurkan guna meringankan dampak bencana.

Sebagai bentuk komitmen, ASEAN siap mendukung operasi penyelamatan dan pemulihan dengan mengerahkan Tim Tanggap dan Asesmen Kedaruratan ASEAN (ERAT), mengaktifkan Sistem Logistik Darurat Bencana ASEAN (DELSA), serta memberikan dukungan terhadap operasi pencarian dan penyelamatan urban (USAR) sesuai dengan kebutuhan pascagempa. 

Baca juga: Kemlu RI: Belum Ada Laporan WNI Terdampak Gempa Myanmar-Thailand

Selain itu, Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dalam Manajemen Kebencanaan (AHA Center) juga telah bersiap memberikan asistensi untuk mempercepat proses penyelamatan dan pemulihan di wilayah terdampak di Myanmar dan Thailand.

"ASEAN menegaskan solidaritasnya dan akan bekerja secara dekat dalam mengoordinasikan bantuan kemanusiaan, membantu dan memfasilitasi operasi penyelamatan, dan memastikan respons kemanusiaan yang tepat waktu dan efektif," demikian pernyataan bersama ASEAN tersebut. 

Hingga Sabtu, 29 maret 2025, jumlah korban jiwa akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar terus bertambah. Berdasarkan laporan media pemerintah, lebih dari 1.000 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 2.300 lainnya mengalami luka-luka.

Di Thailand, gempa juga berdampak signifikan, terutama di Bangkok yang berjarak sekitar 1.000 km dari episentrum di Myanmar. Delapan orang dilaporkan tewas, dan 80 lainnya masih dalam pencarian.

Tujuh dari delapan korban ditemukan di bawah reruntuhan sebuah gedung yang masih dalam tahap konstruksi, menurut keterangan otoritas setempat.

Melihat dampak kerusakan yang luas, pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, pada Jumat menyatakan bahwa Myanmar siap menerima bantuan dari komunitas internasional untuk mempercepat pemulihan pascagempa.

(Sumber: Antara) 

x|close