A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Serangan Israel di Sekolah Gaza: 27 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Wanita - Ntvnews.id

Serangan Israel di Sekolah Gaza: 27 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Wanita

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Apr 2025, 09:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kondisi Gaza akibat serangan Israel Kondisi Gaza akibat serangan Israel (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Serangan udara Israel yang mengguncang Gaza pada Kamis, 3 April 2025 menyebabkan kematian lebih dari 100 warga Palestina di seluruh wilayah tersebut, dengan 27 orang tewas saat berlindung di sebuah sekolah di utara Gaza. 

Melansir dari APNews, menurut otoritas kesehatan Palestina, korban termasuk 14 anak-anak dan lima wanita. Angka kematian diperkirakan akan meningkat, karena lebih dari 70 lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas dalam konflik yang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas. Israel mengklaim serangan ini bertujuan untuk menghancurkan pusat komando dan kendali Hamas di Gaza. 

Namun, otoritas medis Palestina mencatat bahwa serangan tersebut lebih banyak menargetkan pemukiman sipil, termasuk rumah-rumah di kawasan Shijaiyah, yang mengakibatkan lebih dari 30 orang lagi kehilangan nyawa.

Di lingkungan Tuffah, Kota Gaza, sebuah sekolah yang dijadikan tempat berlindung oleh warga sipil dihantam serangan udara Israel. Jenazah puluhan korban, termasuk anak-anak dan wanita, ditemukan di lokasi tersebut. 

Serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. <b>(Antara)</b> Serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. (Antara)

Sementara itu, serangan sebelumnya terhadap gedung PBB yang digunakan sebagai tempat berlindung juga menewaskan sedikitnya 17 orang. Hamas mengutuk keras serangan terhadap sekolah tersebut, menyebutnya sebagai "pembantaian kejam" terhadap warga sipil tak bersalah.

Militer Israel berargumen bahwa serangan ini bertujuan untuk mengurangi ancaman dari Hamas dengan menyerang target-target strategis mereka, termasuk infrastruktur dan pusat kendali. Namun, serangan tersebut tidak dapat menghindari kerugian besar bagi warga sipil yang terjebak di tengah-tengah konfrontasi.

Sementara itu, otoritas Palestina mengungkapkan bahwa sebagian besar korban berasal dari kalangan sipil yang sedang mencari perlindungan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat pengungsian lainnya. Serangan ini menambah penderitaan warga Gaza yang sudah lama menderita akibat serangan udara dan blokade yang diberlakukan oleh Israel.

Militer Israel juga telah memperingatkan penduduk Gaza untuk pindah ke wilayah lain yang dianggap lebih aman, termasuk bagian barat dan selatan Gaza. Dalam beberapa hari terakhir, banyak warga Gaza yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, berlari mencari perlindungan dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta keledai. 

Mohammad Ermana, seorang pria berusia 72 tahun, menggambarkan pengalaman mengerikan saat dia dan istrinya berjalan tiga jam hanya untuk menempuh jarak satu kilometer, mencari tempat berteduh di tengah serangan udara yang terus berlanjut.

Serangan yang terjadi pada Kamis, menjadi bagian dari konflik yang terus memuncak antara Israel dan Hamas. Dengan ribuan korban tewas dan banyak warga Gaza yang terpaksa mengungsi, dunia internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk mencari solusi damai. Namun, dengan semakin meningkatnya eskalasi, banyak yang meragukan apakah perdamaian dapat terwujud dalam waktu dekat.

x|close