Mulai Tanggal 6 April 2025 Polri Siap Terapkan "flag off one way" Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Apr 2025, 16:24
thumbnail-author
Katherine Talahatu
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, menjelaskan penerapan klaster di empat jalur untuk mengelola arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kota Batu, Jawa Timur. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, menjelaskan penerapan klaster di empat jalur untuk mengelola arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kota Batu, Jawa Timur. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, mengumumkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait untuk menerapkan flag off one way secara nasional mulai Minggu, 6 April 2025, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas

"Rencananya flag off itu akan dilakukan tanggal 6, hari Minggu, jam 09.00 (waktu setempat),” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 4 April 2025.

Ia menambahkan bahwa peluncuran resmi rekayasa lalu lintas satu arah akan dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, bersama sejumlah menteri serta pejabat terkait untuk memastikan kelancaran dan efektivitas penerapannya. 

“Tentunya kami mohon doa restu, semoga arus balik Operasi Ketupat berjalan dengan baik karena tagline (slogan) Bapak Kapolri pada Operasi Ketupat ini adalah mudik aman, keluarga nyaman, selamat sampai tujuan," ujarnya. 

Baca juga: One Way dan Diskon Tarif Tol Cipali Dilakukan untuk Atasi Kepadatan Arus Balik

Ia menyebutkan bahwa Korlantas Polri telah menyiapkan penambahan personel serta berbagai skenario pengamanan guna mengawal kelancaran arus balik mudik 2025, memastikan para pemudik dapat kembali ke kota tujuan dengan aman dan nyaman. 

“Kapolri memerintahkan agar dilakukan penebalan personel baik itu di pinggir jalan tol maupun jalan alternatif nasional, dan tempat-tempat wisata," katanya. 

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk kendaraan patroli yang ditempatkan di sepanjang jalur mudik untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik.

Selain itu, pihaknya juga telah merancang skenario rekayasa lalu lintas, seperti penerapan contraflow atau sistem lawan arah, guna mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan saat arus balik. 

(Sumber: Antara) 

x|close