Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran melayangkan peringatan keras kepada negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 15 Januari 2026, Teheran menegaskan akan melancarkan serangan ke pangkalan militer AS yang berada di wilayah mereka apabila Washington melakukan agresi terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan seorang pejabat senior Iran menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk turun tangan mendukung aksi demonstrasi di Iran.
Pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa pemerintah Teheran telah meminta negara-negara sekutu AS di kawasan agar berupaya menahan Washington dari langkah militer terhadap Iran.
"Teheran telah memberi tahu negara-negara regional... bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran... meminta negara-negara tersebut untuk mencegah Washington menyerang Iran," kata pejabat itu kepada Reuters.
Baca Juga: Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Sejarah, 1 Dolar AS Setara 1,5 Juta Rial
Pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa jalur komunikasi langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff saat ini telah dihentikan. Kondisi itu mencerminkan meningkatnya eskalasi ketegangan antara Teheran dan Washington.
Di sisi lain, sebuah kelompok hak asasi manusia melaporkan jumlah korban tewas akibat aksi demonstrasi yang disertai kerusuhan di Iran kini hampir mencapai 2.600 orang.
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)
Sementara itu, seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Presiden Trump telah memutuskan untuk melakukan intervensi, meski hingga kini belum ada kejelasan mengenai waktu maupun skala langkah tersebut.
Sumber lain dari pemerintah Israel menyebutkan bahwa kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendapatkan paparan pada Selasa malam terkait potensi runtuhnya rezim Iran atau kemungkinan campur tangan militer AS.
Baca Juga: Iran Tuduh AS Cari Alasan Lakukan Intervensi Militer
Dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa, Trump menegaskan akan mengambil "tindakan yang sangat keras" apabila Iran mengeksekusi mati para demonstran. Ia juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk terus melakukan aksi protes dan mengambil alih lembaga-lembaga negara, seraya menyatakan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan".
Amerika Serikat sendiri diketahui memiliki kehadiran militer di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Bahrain yang menjadi lokasi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, serta Qatar yang menjadi tuan rumah Pangkalan Udara Al-Udeid, markas terdepan Komando Pusat AS.
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)