Viral! Belasan WNI Palembang Minta Pulang dari Kamboja Gegara Disiksa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 10:43
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Belasan WNI Palembang Minta Pulang dari Kamboja Belasan WNI Palembang Minta Pulang dari Kamboja (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video berdurasi 57 detik mengguncang jagat maya setelah memperlihatkan belasan Warga Negara Indonesia asal Palembang yang mengaku menjadi korban penyiksaan di Kamboja. Dalam rekaman itu, para pemuda terlihat memohon agar segera dipulangkan, membuat kasus ini langsung menyebar luas dan menuai keprihatinan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merespons cepat setelah video tersebut viral. Fokus utama kini adalah menyelamatkan para pemuda yang diduga tengah berada dalam situasi kekerasan.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan bahwa pemerintah daerah langsung menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan keselamatan warga provinsinya yang berada di luar negeri tersebut.

Baca Juga: Fakta Mengerikan IRT Tewas Diterkam Buaya di Aceh

"Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan dan pemulangan mereka. Soal legal atau ilegal akan menjadi ranah penegakan hukum, tetapi sebagai warga Sumsel dan WNI, mereka harus kita selamatkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Instruksi sudah dikeluarkan kepada Dinas Ketenagakerjaan Sumsel untuk menelusuri identitas korban. Pemprov juga menggandeng Polda Sumatera Selatan demi melacak lokasi pasti para pemuda serta pihak yang bertanggung jawab atas perekrutannya.

Informasi awal mengarahkan pada dugaan kuat bahwa para WNI ini menjadi korban praktik perdagangan orang. Mereka diduga berangkat setelah tergiur tawaran pekerjaan dengan upah besar. Namun setibanya di negara tujuan, mereka justru menghadapi tekanan dan perlakuan kekerasan.

Pemerintah kembali menegaskan bahwa bekerja di luar negeri adalah hak setiap warga negara, namun harus melalui jalur resmi.

Baca Juga: Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh Selatan, PLN Operasikan SUTT dan GI 150 kV Blangpidie-Tapak Tuan

"Terutama bagi anak-anak muda, penting memastikan kejelasan perusahaan perekrut dan mekanisme keberangkatan. Jangan mudah tergiur iming-iming upah tinggi tanpa kepastian hukum,” tambahnya.

Merespons ancaman perdagangan orang ini, Pemprov Sumsel telah menggelar pertemuan dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan perekrut ilegal yang beroperasi di wilayah mereka. Pengawasan kini diperketat hingga proses pemulangan para korban benar-benar terlaksana.

Selain itu, masyarakat kembali diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak mengikuti prosedur resmi agar insiden serupa tidak berulang.

x|close