Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Putin Hubungi Pemimpin Israel dan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jan 2026, 09:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia) Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan komunikasi via telepon dengan para pemimpin Israel dan Iran. Dalam percakapan tersebut, Putin menawarkan peran sebagai mediator di tengah gelombang protes besar di Iran yang memicu kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi militer di kawasan.

Pihak Kremlin menyampaikan bahwa Putin menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat, 16 Januari 2026. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Rusia untuk meredakan eskalasi ketegangan antara dua negara yang selama ini bermusuhan.

"Situasi di kawasan tersebut sangat tegang, dan presiden terus berupaya untuk memfasilitasi de-eskalasi," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari AFP, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut sejumlah pengamat independen, aparat keamanan Iran dilaporkan telah menewaskan ribuan orang dalam operasi penindakan terhadap aksi protes antipemerintah yang meluas di berbagai wilayah. Tindakan keras tersebut kemudian memicu ancaman aksi militer dari Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel.

Baca Juga: Italia Bakal Ambil Peran di Timur Tengah Hingga Sudan

Iran selama ini berulang kali menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menghasut kerusuhan dan berupaya merusak persatuan nasional Republik Islam Iran.

Sebelumnya, Iran dan Israel juga sempat terlibat bentrokan singkat pada Juni lalu, ketika Israel melancarkan serangan ke fasilitas militer dan nuklir Iran. Amerika Serikat kala itu turut ambil bagian dengan menggempur tiga lokasi nuklir utama Iran.

Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as. (Antara)

Rusia dikenal sebagai sekutu dekat Iran, namun di sisi lain Moskow juga berusaha menjaga hubungan dengan Israel. Hubungan Rusia-Israel belakangan mengalami ketegangan, terutama setelah Rusia mengkritik keras serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Dalam percakapan dengan Netanyahu, Kremlin menyebut Putin menyampaikan "kesiapannya untuk melanjutkan upaya mediasi." Namun, Kremlin tidak merinci bentuk mediasi yang dimaksud maupun memberikan komentar langsung terkait aksi protes yang tengah berlangsung di Iran.

Sebelumnya, seorang pejabat senior Arab Saudi mengungkapkan bahwa Arab Saudi bersama Qatar dan Oman tengah memimpin upaya diplomatik untuk membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak melancarkan serangan ke Iran. Negara-negara tersebut khawatir langkah militer akan menimbulkan "dampak buruk yang serius di kawasan tersebut".

TERKINI

Load More
x|close