Menimipas Minta Antisipasi WNA Bermodus Investasi yang Ganggu Keamanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 20:10
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memberikan keterangan pers dalam acara Hari Bakti Imigrasi ke 76 di Kampus Poltekpin Tangerang, Senin, 26 Januari 2026. ANTARA/Irfan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memberikan keterangan pers dalam acara Hari Bakti Imigrasi ke 76 di Kampus Poltekpin Tangerang, Senin, 26 Januari 2026. ANTARA/Irfan (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi masuknya warga negara asing (WNA) yang menggunakan modus investasi, namun justru melakukan kegiatan bodong, tidak jelas, atau bahkan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Jangan sampai ada WNA modus investasi di Indonesia, tetapi melakukan kegiatan lainnya yang mengganggu ketertiban. Apalagi sudah ada beberapa temuan sebelumnya di beberapa daerah," kata Agus Andrianto saat menghadiri acara Hari Bakti Imigrasi ke-76 di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), Tangerang, Banten, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menjelaskan, arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke tiga negara yang berhasil membawa komitmen investasi sekitar Rp90 triliun, termasuk untuk pembangunan kampus unggulan di Indonesia. Menurut Agus, masuknya investasi tersebut akan diikuti oleh kedatangan banyak orang asing ke Tanah Air.

"Pastinya akan banyak orang asing datang ke Indonesia. Maka dari itu, seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan harus mempersiapkan diri dalam percepatan guna mendukung program semua ini," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Imipas: Sanksi Pidana Kerja Sosial Mulai Berlaku Januari 2026

Agus menambahkan, kedatangan WNA turut memberikan dampak positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Oleh karena itu, pelayanan keimigrasian harus terus dioptimalkan, seiring dengan peningkatan arus masuk orang asing ke Indonesia.

Namun demikian, ia menekankan bahwa peningkatan pelayanan harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar momentum investasi tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan stabilitas nasional.

"Pelayanan keimigrasian harus terus ditingkatkan dan di sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Di sisi lain, pengawasan juga harus ditingkatkan jangan sampai ada gangguan yang dapat menghambat investasi," kata Agus Andrianto.

Baca Juga: Kemenimipas Tetapkan 15 Program Aksi Prioritas Untuk 2026

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo menutup rangkaian lawatan luar negeri selama lima hari dengan membawa pulang sejumlah capaian konkret yang strategis bagi kepentingan nasional, salah satunya kesepakatan investasi di sektor maritim dengan Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun.

Selain itu, lawatan tersebut juga menghasilkan kesepakatan pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja, serta kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran dan STEM.

Dalam diplomasi global, Indonesia juga resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai langkah konkret mendorong perdamaian di Gaza. Presiden Prabowo turut memperkenalkan konsep ekonomi nasional bertajuk "Prabowonomics" dalam World Economic Forum (WEF) yang dihadiri puluhan kepala negara dan ratusan CEO perusahaan global, sekaligus memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor.

(Sumber: Antara) 

x|close