Satu Dekade International Global Network, Perkuat Peran Cetak Pemimpin Muda Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 22:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
President of International Global Network, Muhammad Fahrizal. President of International Global Network, Muhammad Fahrizal. (IGN)

Ntvnews.id, Jakarta - International Global Network (IGN) merayakan satu dekade kiprahnya sebagai organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda agar tumbuh sebagai pemimpin global yang berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki empati. Perayaan tersebut digelar di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2026, sekaligus menjadi momentum pengumuman arah strategis organisasi untuk dekade berikutnya.

Sejak didirikan sepuluh tahun lalu, IGN berangkat dari keyakinan bahwa mimpi generasi muda tidak semestinya dibatasi oleh faktor geografis, latar belakang sosial, maupun akses pendidikan. IGN memandang bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, dan kepemimpinan tidak semata lahir dari teori, melainkan melalui pembimbingan yang tepat agar anak muda mampu membawa perubahan nyata di tingkat global.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan-rekan media, orang tua, pendidik, alumni, serta mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami,” ujar President of International Global Network, Muhammad Fahrizal dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.

Dalam perjalanannya, IGN berkembang dari sekadar penyelenggara kegiatan menjadi organisasi pendidikan internasional dengan sistem pembelajaran berkelanjutan. Melalui berbagai program pengembangan, mulai dari konferensi Model United Nations (MUN), akademi, hingga pelatihan kepemimpinan, IGN menekankan pentingnya pemikiran kritis, komunikasi terstruktur, kolaborasi lintas budaya, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Ruang-ruang pembelajaran IGN dirancang sebagai wadah kolaborasi, bukan sekadar forum formal. Para delegasi dilatih untuk berdiskusi mengenai isu-isu global, bernegosiasi, dan menyampaikan gagasan di hadapan ratusan peserta. Dari proses tersebut, para peserta belajar bahwa kepemimpinan sejati ditentukan oleh karakter, bukan jabatan.

Satu Dekade International Global Network, Perkuat Peran Cetak Pemimpin Muda Global <b>(IGN)</b> Satu Dekade International Global Network, Perkuat Peran Cetak Pemimpin Muda Global (IGN)

Selama satu dekade terakhir, konferensi IGN telah diselenggarakan di berbagai negara dan mempertemukan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan wilayah lainnya. Banyak peserta yang awalnya datang dengan keraguan dan keterbatasan kepercayaan diri, namun pulang dengan keyakinan bahwa suara dan gagasan mereka memiliki arti. Sejumlah alumni IGN kini berkembang menjadi pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, hingga pembicara di berbagai forum nasional dan internasional.

Perayaan sepuluh tahun ini juga menjadi penegasan komitmen IGN terhadap masa depan pendidikan global. Pada kesempatan tersebut, IGN secara resmi meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations berbasis regional yang bertujuan mendekatkan pengalaman MUN kepada pelajar di komunitas tempat mereka tumbuh.

Melalui pendekatan regional, AYIMUN Chapter menawarkan lingkungan pembelajaran yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis mentorship. Program ini memungkinkan peserta terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu-isu regional dan global yang relevan, sekaligus mempersiapkan mereka untuk tampil lebih percaya diri di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bagian dari rencana ekspansi global di dekade mendatang, IGN juga mengumumkan rencana penyelenggaraan konferensi internasional di dua lokasi strategis dunia, yakni Maldives dan Geneva. Di Maldives, Asia World Model United Nations (AWMUN) direncanakan digelar dengan dukungan Pemerintah Maldives dan dijadwalkan dihadiri oleh His Excellency Mohamed Muizzu, President of the Maldives. Konferensi tersebut diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang bersejarah, dengan latar alam yang memberikan perspektif baru dalam pembahasan isu-isu global.

Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations, pusat diplomasi dunia yang menjadi lokasi berbagai pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui pengalaman tersebut, generasi muda akan berlatih mengambil peran langsung di ruang yang selama ini melahirkan berbagai keputusan penting di tingkat global.

Dua lokasi dengan karakter yang berbeda tersebut mengusung visi yang sama, yakni menghadirkan pendidikan diplomasi yang lebih dekat, nyata, dan bermakna bagi generasi pemimpin masa depan.

“Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak, bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi—mulai dari daerahnya, untuk dunia,” tutup Muhammad Fahrizal.

x|close