Ntvnews.id, Jakarta - Puluhan sepeda motor mengalami mogok mesin setelah nekat menerobos banjir yang menggenangi Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis pagi. Genangan air yang cukup tinggi membuat kendaraan roda dua kesulitan melintas di ruas jalan tersebut.
"Iya, ini motor saya lagi mogok, gak mau nyala mesinnya tadi pas saya terobos jalanan di sini," kata salah satu pengendara sepeda motor bernama Farid (34) saat ditemui di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi menyebabkan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter atau setara setengah ban kendaraan. Farid mengakui motornya mogok akibat air banjir yang masuk ke bagian knalpot saat melintasi jalan yang tergenang.
"Kebetulan dari pagi hujan terus. Jalanan di DI Panjaitan jadi banjir, air masuk ke knalpot. Ketinggian air setengah ban, sekitar 50 sentimeter ada," ujar Farid.
Banjir di Jalan Panjaitan Cawang (Instagram @jakarta.terkini)
Baca Juga: Imbas Banjir, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Jalan DI Panjaitan
Ia menjelaskan mesin kendaraannya tidak dapat langsung dinyalakan karena air masih memenuhi knalpot. Farid pun terpaksa menepi sambil menunggu air keluar dari knalpot agar motornya bisa kembali digunakan.
"Mesin jadi belum hidup, masih banyak air di knalpot, setelah udah keluar airnya, Alhamdulillah, bisa nyala mesin," ucap Farid.
Menurut dia, meskipun sudah terbiasa melintasi Jalan DI Panjaitan setiap hari, banjir kali ini tergolong lebih parah dibandingkan biasanya. Tingginya genangan air membuat sepeda motor sangat rentan mogok apabila dipaksakan melintas.
"Sebenarnya sering lewat sini, tapi baru kali ini mogok karena airnya tinggi," tutur Farid.
Pantauan di lokasi menunjukkan banjir tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mendorong kendaraannya yang mogok, sementara mobil melaju perlahan untuk menghindari kerusakan mesin. Petugas juga tampak berjaga untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu pengendara yang terdampak.
Pada Kamis pagi, genangan air mulai berangsur surut. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati atau memilih jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan risiko kendaraan mogok.
Banjir di D.I Panjaitan Cawang (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansya)
Baca Juga: Waspada Genangan di Jalan Daan Mogot, Air Setinggi 40 Cm Picu Risiko Motor Mogok
Sementara itu, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian lajur ke arah berlawanan atau contra flow di ruas Jalan DI Panjaitan akibat banjir yang merendam badan jalan sejak pagi hari.
"Sementara, kita berlakukan contra flow untuk khusus sepeda motor karena memang banjir sudah merendam Jalan DI Panjaitan ini sejak pagi tadi," kata Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sunaryo di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas dari kedua arah terdampak dengan antrean kendaraan mengular sepanjang sekitar 500 meter hingga satu kilometer, terutama pada jam sibuk pagi hari. Untuk mengurangi kepadatan, petugas menerapkan contra flow khusus sepeda motor di satu lajur menuju persimpangan Halim Lama.
Selain itu, kendaraan dari arah UKI dialihkan dengan dibelokkan ke kiri menuju Jalan Otista Raya. Rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
(Sumber: Antara)
Puluhan sepeda motor mengalami mogok mesin akibat menerobos banjir di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza). (Antara)