Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju Iran dan berharap Teheran bersedia bernegosiasi dengan Washington untuk mencapai kesepakatan.
“Armada besar sedang menuju Iran. Armada ini bergerak cepat, dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar,” tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menegaskan armada tersebut lebih besar dibandingkan armada yang sebelumnya dikirim ke Venezuela dan siap untuk “dengan cepat menyelesaikan misinya dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu.”
“Semoga Iran segera 'datang ke meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan seimbang, tanpa senjata nuklir, kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” katanya.
Trump juga mengingatkan kembali pernyataannya di masa lalu terkait Iran. “Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, buatlah kesepakatan! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah 'Operasi Midnight Hammer,' penghancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” ujar Trump.
Baca Juga: Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tunda Serangan ke Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)
Di sisi lain, puluhan ribu warga dilaporkan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah kota di Iran akibat keluhan ekonomi. Situasi tersebut mendorong Trump memperingatkan kemungkinan intervensi Amerika Serikat jika pemerintah Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap para pengunjuk rasa yang disebutnya “damai.”
Namun, Trump kemudian melunakkan pernyataannya setelah mengklaim, berdasarkan “sumber yang dapat dipercaya,” bahwa pembunuhan terhadap pengunjuk rasa telah berhenti dan rencana eksekusi massal dibatalkan oleh otoritas Iran.
Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang “cepat dan komprehensif.” Trump juga kembali menyinggung pergerakan armada lain saat berbicara di Iowa, Amerika Serikat.
“Jadi, kita lihat saja. Saya harap mereka membuat kesepakatan. Seharusnya mereka membuat kesepakatan sejak awal. Mereka akan memiliki sebuah negara,” kata Trump kepada para pendukungnya.
Iran berulang kali menegaskan tidak akan melakukan perundingan di bawah tekanan, meskipun sejumlah pejabat Amerika Serikat menyampaikan sinyal keterbukaan bersyarat terhadap jalur diplomasi. Dengan kondisi tersebut, peluang tercapainya negosiasi dalam waktu dekat masih belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Kapal Induk AS Sudah Dikerahkan ke Teluk Timur Tengah, Perang dengah Iran?
(Sumber: Antara)
Kapal Induk Amerika Serikat Abraham Lincoln. (Antara)