Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyepakati penghentian serangan ke wilayah Ukraina selama satu minggu. Klaim tersebut disampaikan Trump usai ia mengungkapkan kekhawatirannya atas gelombang cuaca dingin ekstrem yang melanda Ukraina dan Rusia.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, Trump mengatakan dirinya secara langsung menghubungi Putin untuk meminta jeda sementara serangan, terutama serangan rudal yang menyasar kota-kota besar di Ukraina.
“Saya memang menelepon Presiden Putin,” kata Trump, dikutip dari Anadolu, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga:
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)
Trump menjelaskan bahwa Rusia saat ini menghadapi “gelombang dingin yang sama” seperti yang dialami Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi suhu di Ukraina “jauh lebih dingin dibanding kami.”
“Mereka mengalami gelombang dingin yang sangat besar,” ujarnya.
Dalam percakapan telepon tersebut, Trump mengaku meminta Putin “agar tidak menembakkan apa pun selama periode satu minggu, tidak ada rudal yang masuk ke Kyiv atau kota-kota lain, dan dia menyetujuinya”.
Namun demikian, setelah pernyataan Trump itu beredar, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Trump memang telah meminta Putin untuk menghentikan serangan di Ukraina hingga 1 Februari. Meski begitu, Peskov menolak memastikan apakah Presiden Rusia benar-benar menyetujui permintaan tersebut.
Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin. (Xinhua) (Antara)