Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 16:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo (tengah) memaparkan materi dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo (tengah) memaparkan materi dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 120 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun untuk kegiatan konservasi, pengembangan, dan pemeliharaan Taman Nasional Way Kambas di Provinsi Lampung.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan hal itu dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

“Ini sebagai penegasan atas keseriusan pemerintah, mencakup pendanaan yang nyata untuk melindungi taman nasional. Sebesar 120 juta dolar AS dialokasikan untuk Way Kambas,” kata Hashim.

Taman Nasional Way Kambas menjadi kawasan konservasi penting bagi gajah Sumatra, badak Sumatra yang terancam punah, serta berbagai spesies langka lainnya. Menurut Hashim, komitmen penganggaran ini disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London, Inggris, pada Januari 2026.

Baca Juga: Hashim: Pemerintah Targetkan Pembangkit Listrik Nuklir 7 GW Hingga 2034

Ia menegaskan bahwa dana tersebut sepenuhnya bersumber dari anggaran dalam negeri dan bukan berasal dari donor internasional.

“Ini menjadi contoh nyata bahwa kami (pemerintah Indonesia) benar-benar menjalankan apa yang kami sampaikan,” kata Hashim.

Selain itu, Hashim menambahkan bahwa Presiden berkomitmen untuk meningkatkan jumlah polisi kehutanan secara signifikan, dari sekitar 5.000 personel menjadi 70.000 personel. Selama ini, jumlah polisi kehutanan dinilai belum memadai untuk melindungi 57 taman nasional di seluruh Indonesia.

“Jumlah ini, untuk sementara, akan cukup untuk melindungi taman nasional, hutan lindung, dan kawasan-kawasan penting lainnya yang sangat vital bagi keberlanjutan lingkungan hidup dan bumi kita,” ujar Hashim.

Hashim menegaskan, komitmen pemerintah terhadap pelestarian alam merupakan hal yang sangat krusial. Terlebih, dalam 10-15 tahun terakhir, sekitar 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional telah diduduki secara ilegal oleh perkebunan kelapa sawit yang dikelola oknum pengusaha tidak bertanggung jawab.

“Jadi, ini adalah dua contoh nyata dari kesungguhan Prabowo dan pemerintah dalam melindungi lingkungan,” kata Hashim.

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Hunian Vertikal Kampung Bandan Implementasi Nyata Program Tiga Juta Rumah

(Sumber: Antara) 

x|close