Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan militer negaranya akan memburu dan membunuh siapa pun yang ditunjuk sebagai pemimpin baru Iran untuk menggantikan mendiang Ali Khamenei, yang wafat setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi," tegas Katz dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 5 Maret 2026.
"Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," cetusnya.
Katz menambahkan bahwa Israel akan melanjutkan koordinasi dengan AS untuk melumpuhkan kemampuan Iran serta "menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan" pemerintahan mereka.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Khamenei Lewat Surat
Khamenei, yang memimpin Iran lebih dari 30 tahun, meninggal pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat setelah serangan terkoordinasi menghantam Teheran dan sejumlah wilayah lain. Ia dilaporkan wafat usai lokasi pertemuannya dengan pejabat tinggi Iran menjadi sasaran pemboman.
Pemerintah Iran mengumumkan kabar duka tersebut pada Minggu, 1 Maret 2026 dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Seiring wafatnya Khamenei, Iran kini memasuki proses penentuan pemimpin baru. Majelis Pakar, lembaga beranggotakan 88 ulama senior terpilih, bertugas memilih penggantinya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)
Beberapa nama yang mencuat sebagai kandidat antara lain Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei; Alireza Arafi, ulama senior yang dikenal dekat dengan Khamenei; Mohammad Mehdi Mirbagheri, tokoh garis keras sekaligus anggota Majelis Pakar; Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Ruhollah Khomeini; serta Hashem Hosseini Bushehri, ulama senior lainnya yang juga dekat dengan Khamenei.
Dari sejumlah kandidat itu, Mojtaba Khamenei disebut-sebut sebagai figur terkuat. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan posisi pemimpin tertinggi tersebut.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. (Dok.Antara)