Ntvnews.id, Beijing - Presiden China Xi Jinping pada Rabu menyatakan dukungannya terhadap upaya pembicaraan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dukungan tersebut disampaikan Xi dalam konferensi video bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dilansir dari Tass, Kamis, 5 Januari 2026, dalam pertemuan daring itu Putin menyampaikan kepada Xi penilaian terkininya mengenai berbagai upaya pencarian solusi damai atas konflik di Ukraina, sebagaimana diungkapkan penasihat Kremlin Yury Ushakov.
Pembicaraan tiga pihak yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat tersebut diketahui berlangsung di Abu Dhabi.
Ushakov juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu Xi dan Putin turut membahas situasi terkait Iran, serta perkembangan di Venezuela dan Kuba, di tengah meningkatnya ketegangan antara negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: AS Hadiri Negosiasi Trilateral Rusia-Ukraina di Abu Dhabi
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Xi menekankan pentingnya Beijing dan Moskow terus bekerja sama demi menjaga stabilitas global, mengingat kondisi internasional telah “menjadi semakin bergejolak sejak awal tahun.” Pernyataan tersebut dinilai merujuk pada operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Januari lalu.
Selain itu, kedua pemimpin juga membicarakan Perjanjian New START yang akan berakhir pada Kamis. Perjanjian ini merupakan satu-satunya kesepakatan yang masih membatasi persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Rusia.
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)
Dalam kesempatan itu, Putin menyampaikan kepada Xi bahwa Moskow akan “bertindak secara terukur dan bertanggung jawab berdasarkan analisis menyeluruh terhadap situasi keamanan secara keseluruhan,” sebagaimana dilaporkan Tass.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bahwa China, sebagai salah satu kekuatan nuklir utama dunia, seharusnya turut dilibatkan dalam kerangka pengendalian senjata.
Ushakov juga mengungkapkan bahwa Xi mengundang Putin untuk melakukan kunjungan resmi ke China pada paruh pertama tahun ini. Undangan tersebut diterima oleh Presiden Rusia, dengan rincian tanggal dan agenda kunjungan yang akan diatur kemudian.
Baca Juga: Trump Klaim Zelenskyy Tak Punya Kartu, Sebut Dirinya Satu-satunya Penopang Ukraina
Selain kunjungan resmi, Xi juga mengundang Putin untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China selatan, pada November mendatang.
Karena pertemuan daring tersebut digelar menjelang Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi di China, Putin memuji hubungan bilateral kedua negara dengan menyatakan bahwa “setiap musim adalah musim semi” bagi hubungan Rusia–China, menurut laporan Tass.
Kementerian Luar Negeri China menyampaikan bahwa Xi dan Putin sepakat untuk semakin memperkuat kemitraan kerja sama strategis antara Beijing dan Moskow.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral di Kazan, Rusia pada Selasa (22/10/2024). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China/aa. (Handout Kementerian Luar Negeri China) (Antara)