Pramono Berduka Pelajar Tewas karena Jalan Berlubang di Matraman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 14:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pelajar SMKN 34 Jakarta meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Senin, 9 Februari 2026 pagi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memastikan langkah cepat penanganan dan perbaikan infrastruktur jalan.

"Innalilahi wa inna ilaihi rajiun, saya mewakili provinsi DKI Jakarta turut berduka cita atas wafatnya ananda Aldi Surya Putra siswa SMK 34 Jakarta yang mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas pada pagi ini," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Februari 20266.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan rekaman CCTV, kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan yang licin dan berlubang. Korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum akhirnya terjatuh. Insiden tersebut dipastikan sebagai kecelakaan tunggal tanpa keterlibatan kendaraan lain.

Korban sempat dilarikan ke RS Polri dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Namun, nyawanya tidak tertolong. Saat ini, jenazah telah berada di rumah duka dan akan segera dimakamkan.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, seluruh biaya perawatan rumah sakit ditanggung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan proses pemakaman di TPU Menteng Pulo.

Langkah ini, menurut Pramono, merupakan komitmen Pemprov dalam memberikan perhatian kepada keluarga korban sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan layak.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pelajar SMKN 34 Jakarta Tewas Akibat Kecelakaan di Jalan Berlubang Matraman Jaktim

Menanggapi insiden tersebut, Pramono langsung menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk segera menutup seluruh jalan berlubang di Jakarta, meski hanya bersifat sementara.

Ia mengakui bahwa curah hujan yang masih tinggi dan tidak menentu hingga pertengahan Februari menjadi tantangan tersendiri. Namun, perbaikan darurat tetap harus dilakukan demi mencegah kecelakaan serupa terulang.

"Agar hal serupa tidak terjadi kembali di jakarta saya sudah memerintahkan kepala dinas bina marga walaupun sampai dengan tanggal diperkirakan 18-19 itu curah hujannya masih tidak menentu, kadang-kadang tinggi saya sudah minta semua jalan-jalan yang berlubang untuk ditutup walaupun bersifat temporary," terangnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI melalui Dinas Kominfotik juga diminta untuk aktif mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di ruas jalan yang rawan berlubang dan licin akibat hujan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat kondisi jalan masih relatif lengang. Korban diketahui sedang dalam perjalanan menuju sekolah dan masih mengenakan seragam lengkap ketika ditemukan warga. Ardi, salah satu saksi mata, mengungkapkan bahwa situasi di lokasi sangat sepi saat kejadian.

“Sepi, engggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak aja. Terus ada dua orang pengendara yang menyetop kendaraan lain (biar enggak nabrak),” kata Ardi dalam keterangannya, dilansir dari akun Instagram @warungjurnalis.

x|close