IPI Kecam Keras Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua Selatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 16:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua IPI Capt. Muammar Reza memberikan keterangan pers dalam menanggapi tragedi penembakan pilot di Papua, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Azmi Samsul M Ketua IPI Capt. Muammar Reza memberikan keterangan pers dalam menanggapi tragedi penembakan pilot di Papua, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang Selatan - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyatakan kecaman dan kutukan keras atas aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot dan kopilot maskapai Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam insiden tersebut, Pilot Kapten Enggon dan Kopilot Kapten Baskoro meninggal dunia setelah ditembak saat pesawat mendarat di Lapangan Terbang Korowai. Peristiwa itu terjadi ketika pesawat yang mengangkut 13 penumpang tersebut tiba dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, sekitar pukul 11.00 WIT.

"Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi memilukan ini, yang telah menyita perhatian bukan hanya pada level nasional, tetapi juga dunia internasional," kata Ketua IPI Capt. Muammar Reza dalam konferensi pers di Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026.

Reza menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya BAB XIV mengenai Keamanan Penerbangan.

Ia juga menegaskan bahwa aksi itu bertentangan dengan ketentuan internasional ICAO Annex 17 terkait keamanan (security) serta melanggar Chicago Convention 1944 yang mengatur keselamatan dan keamanan penerbangan sipil.

"Penerbangan adalah moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia, yang menghubungkan geografis Indonesia sebagai negara kesatuan, berperan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri," katanya.

Baca Juga: KSAD Tunggu Arahan Mabes TNI Soal Penembakan Pesawat Smart Air

Atas kejadian tersebut, IPI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus dengan segera mengambil langkah konkret guna memulihkan serta menjamin keamanan penerbangan, terutama di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.

Reza menekankan bahwa pilot sebagai pelaksana tugas transportasi udara wajib memperoleh perlindungan negara dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Termasuk infrastruktur penerbangan di dalamnya, yaitu bandara yang merupakan objek vital nasional yang harus dilindungi dari segala gangguan keamanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004," tuturnya.

Selain itu, IPI meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) segera mengambil langkah pencegahan yang tegas, termasuk kemungkinan penghentian sementara operasional bandara yang memiliki risiko keamanan tinggi hingga kondisi dinyatakan aman.

"Kami menghimbau kepada seluruh pilot Indonesia, khususnya yang bertugas di daerah yang memiliki risiko keamanan tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga dalam situasi seperti ini," katanya.

Baca Juga: Aparat Gabungan TNI-Polri Evakuasi Jenazah Pilot Smart Air Korban Penembakan di Papua

IPI berharap tragedi ini menjadi yang terakhir dalam sejarah penerbangan nasional. Organisasi tersebut juga mendorong seluruh lembaga terkait melakukan evaluasi bersama demi mewujudkan sistem penerbangan yang aman sekaligus mendukung terciptanya perdamaian.

"Kami menyampaikan simpati dan empati yang mendalam kepada keluarga korban, semoga kedua almarhum diberikan tempat paling mulia oleh Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

Sementara itu, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyampaikan bahwa proses evakuasi kru pesawat Smart Air direncanakan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, tim Satgas Damai Cartenz akan lebih dulu diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan tersebut.

(Sumber: Antara) 

x|close