Trump Beri Tenggat 10 Hari untuk Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 13:27
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump terekam kamera setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Peng Ziyang. Presiden AS Donald Trump terekam kamera setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Peng Ziyang. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan hasil perundingan nuklir antara AS dan Iran akan terlihat dalam sekitar 10 hari ke depan, di tengah meningkatnya ketegangan serta penguatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam pertemuan perdana “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Anda akan mengetahuinya dalam sekitar 10 hari ke depan," ujar Trump, seraya menyebut Iran sebagai "hotspot saat ini."

Ia menambahkan, "kami mungkin harus mengambil langkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kami akan membuat kesepakatan."

Trump juga menegaskan pentingnya tercapainya kesepakatan yang dinilai substantif.

"Selama bertahun-tahun, terbukti tidak mudah untuk mencapai kesepakatan yang bermakna dengan Iran, dan kami harus membuat kesepakatan bermakna. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," ujarnya.

Baca Juga: AS Tandatangani Kesepakatan Nuklir sipil dengan Slovakia dan Hungaria

Sejumlah analis di Washington menilai pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan tindakan militer AS terhadap Iran apabila negosiasi tidak membuahkan hasil dalam periode yang disebutkan.

Sementara itu, Gedung Putih pada Rabu, 18 Februari 2026, menyampaikan bahwa Teheran diperkirakan akan memaparkan rincian tambahan terkait posisi negosiasinya dalam beberapa pekan mendatang.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, "Diplomasi selalu menjadi opsi pertama beliau (Trump)," namun ia juga menyebut bahwa "ada banyak alasan dan argumen yang dapat mendasari untuk melakukan serangan terhadap Iran."

Laporan media AS Axios pada Selasa, 17 Februari 2026, menyebut seorang penasihat Trump memperkirakan terdapat "peluang 90 persen" bahwa serangan dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan apabila perundingan gagal. Disebutkan pula bahwa skenario tersebut dapat berupa operasi berskala besar yang berlangsung selama beberapa pekan.

Baca Juga: Airlangga Sebut Kedekatan Prabowo–Trump Kunci Perjanjian Dagang RI–AS

(Sumber: Antara) 

x|close