Ntvnews.id, Jakarta - Pencarian terhadap seorang pendaki remaja yang hilang di kawasan Kawah Ijen akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Muhammad Dzikri Maulana, pendaki berusia 16 tahun asal Desa Tamansari, dalam kondisi selamat setelah dua hari pencarian intensif.
Dzikri ditemukan pada Kamis (19/2/2026) sore, tergeletak lemas di area tebing curam. Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, keberadaan remaja ini terlacak sekitar pukul 16.16 WIB.
Lokasi penemuannya berada pada radial 6,7 derajat, berjarak sekitar 890 meter dari titik tempat ia pertama kali dilaporkan hilang. Begitu ditemukan, tim SAR langsung melakukan proses evakuasi menggunakan metode vertical rescue. Proses ini memakan waktu hingga pukul 17.50 WIB ketika Dzikri akhirnya berhasil dibawa turun.
"Korban berhasil dibawa turun menuju Pos Paltuding dengan kondisi selamat, tapi lemas," kata Oka dalam keterangan resminya, dilansir pada Jumat, 20 Februari 2026.
Baca Juga: Trump Bakal Ungkap Dokumen Rahasia Pentagon soal Alien dan UFO
Sesampainya di Pos Paltuding, Dzikri kemudian dievakuasi ke Puskesmas Licin menggunakan ambulans yang telah disiagakan, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Pencarian hari kedua sendiri melibatkan 41 personel dari berbagai unsur, mulai dari tim rescue SAR, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, SAR Independent, hingga warga setempat.
Meski Dzikri telah ditemukan dengan kondisi selamat, kebijakan penutupan Taman Wisata Alam Kawah Ijen tetap diberlakukan. Penutupan berlangsung selama delapan hari, yaitu 19–26 Februari 2026.
Kebijakan ini tertuang dalam surat resmi yang diterbitkan BBKSDA Jawa Timur, bernomor PG.422/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/2/2026. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, dan dikeluarkan sebelum Dzikri ditemukan.
Selain untuk mendukung proses pencarian, penutupan tersebut juga mencakup seluruh aktivitas wisata hingga kegiatan penelitian dan pendakian di kawasan Ijen.
Kepala Seksi V BBKSDA Banyuwangi, Dwi P Sugiarto, menegaskan bahwa kebijakan penutupan tetap dilanjutkan meski proses pencarian telah selesai.
Baca Juga: Kapal Pesiar Tujuan Singapura Kebakaran, Awak Asal Indonesia Tewas dan Ratusan Penumpang Dievakuasi
"Penutupan masih berlaku karena untuk evaluasi dan perbaikan ke depannya," ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurut Dwi, pihak BBKSDA masih mengumpulkan data dan informasi lengkap mengenai insiden hilangnya pendaki tersebut. Semua temuan kemudian akan dianalisis bersama para pengelola dan pihak terkait.
"Hasilnya nanti akan kami diskusikan untuk menentukan langkah ke depan seperti apa, agar kejadian yang sama bisa diminimalisir," lanjutnya.
Penemuan Dzikri dalam keadaan selamat menjadi akhir dari operasi pencarian intens yang berlangsung sejak ia dilaporkan hilang. Meski demikian, pihak pengelola kawasan tetap memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan keamanan pendakian di masa mendatang.
Operasi gabungan, proses evakuasi vertical rescue, hingga penutupan kawasan sementara menunjukkan bahwa keselamatan pendaki tetap menjadi prioritas utama di kawasan Gunung Ijen.
Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki yang hilang saat melakukan perjalanan ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Instagram)