Ntvnews.id, Jakarta -
Kehadiran kapal ini diharapkan menjadi tulang punggung survei dan riset kelautan nasional, khususnya dalam mendukung pemetaan dasar laut serta penguatan keamanan maritim Indonesia.
Dengan bobot 3.400 ton, panjang 105 meter, lebar 17,4 meter, dan draft 4,5 meter, KRI Canopus-936 dirancang untuk mendukung misi jangka panjang di laut.
Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 29,6 kilometer per jam dan memiliki daya tahan operasi hingga 60 hari dengan jumlah kru 93 orang. Dari sisi persenjataan, kapal ini dilengkapi meriam utama kaliber 20 mm dan senapan mesin berat 12,7 mm.
Baca Juga: BP BUMN Siapkan Ekosistem Jaladri untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Kelautan Nasional
KRI Canopus-936 juga memiliki sejumlah kemampuan unggulan, termasuk dek helikopter dengan kapasitas lepas landas hingga 12 ton.
Kapal ini dilengkapi kendaraan bawah air otonom (AUV), kendaraan operasi jarak jauh (ROV), serta kendaraan udara tanpa awak (UAV).
Selain itu, sistem penyelamatan kapal selam dalam kondisi darurat turut melengkapi kapabilitasnya. Kapal ini bahkan mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter.
Platform kapal dibuat oleh perusahaan swasta Indonesia, sementara instalasi sensor dan teknologi dilakukan di Jerman dengan total waktu pembangunan tiga tahun.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Bos Bloomberg di Amerika, Bahas Investasi Energi Bersih dan Kelautan
Pemanfaatannya mencakup riset dan pemetaan untuk mendukung keselamatan pelayaran, pertahanan, serta pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan di zona ekonomi eksklusif Indonesia.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma, menegaskan kapal ini akan berperan sebagai kontributor utama dalam peningkatan keselamatan pelayaran dan penguatan keamanan maritim nasional.
Berikut Infografiknya:
Kapal bantu hidro-oseanografi KRI Canopus-936 memperkuat TNI AL usai diserahterimakan di galangan kapal di Lemwerder, Jerman. Kamis 12 Februari. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk riset dan pemetaan kelautan Indonesia. (Istimewa)
Kapal bantu hidro-oseanografi KRI Canopus-936 memperkuat TNI AL usai diserahterimakan di galangan kapal di Lemwerder, Jerman. Kamis 12 Februari. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk riset dan pemetaan kelautan Indonesia. (Istimewa)