Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta mengutamakan dialog dan jalur diplomasi dalam menyikapi perang di kawasan Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) di media sosial.
Dalam pernyataan tertulisnya, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.
Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi memulihkan situasi keamanan dan menciptakan kembali kondisi yang kondusif di Timur Tengah. Jika kedua pihak yang bertikai menyepakatinya, Presiden Prabowo Subianto disebut bersedia berkunjung ke Teheran, Iran, guna menjalankan misi mediasi.
Baca Juga: 40 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Iran
Kemenlu RI memandang eskalasi ketegangan di Timur Tengah berisiko mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan global, sehingga pendekatan diplomasi harus terus dikedepankan.
Selain itu, Kemenlu RI mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
Kondisi WNI Aman
Serangan Iran Israel (Istimewa)
Di sisi lain, tercatat 329 WNI telah melapor secara resmi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia Teheran. Mereka menyatakan dalam keadaan aman setelah serangan militer Israel ke Iran.
"Sampai pukul 14.30 sore waktu Iran, seluruh simpul WNI yang kami hubungi di berbagai kota menyampaikan bahwa mereka tidak mengalami atau merasakan adanya ancaman langsung," kata Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan Roy Soemirat, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Prabowo Tawarkan Diri jadi Mediator Perang AS-Israel dan Iran
Roy menjelaskan, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di Iran. Langkah tersebut dinilai penting agar pihak kedutaan dapat melakukan asesmen secara tepat dalam memberikan bantuan dan perlindungan yang diperlukan.
"KBRI tetap mengimbau agar para WNI mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap diri dan keluarganya masing-masing," ujar Roy.
Arsip Foto - Rabu, 8 Januari 2020 Bendera Iran yang berada di markas besar PBB di New York, AS. ((Antara) )