Ntvnews.id, Taheran - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan meningkatkan intensitas serangan ke Iran. Operasi militer kedua negara itu disebut menyasar kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
"30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," bunyi laporan jaringan Channel 12 yang dilansir dari AFP, Minggu, 1 Maret 2026.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyampaikan pernyataan setelah serangan tersebut. Ia mengklaim terdapat indikasi bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Korban Tewas Siswa SD Serangan Israel ke Iran Bertambah Jadi 85 Orang
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait klaim Israel tersebut. Keberadaan Khamenei juga masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan pada Sabtu malam bahwa sedikitnya 201 orang meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel dan AS.
AS dilaporkan ikut serang Iran (Instagram)