Ntvnews.id, Kabul - Situasi di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kian memanas setelah pecah bentrokan bersenjata. Di tengah ketegangan tersebut, pemerintah Taliban di Afghanistan menyatakan kesiapan menempuh jalur damai untuk menyelesaikan konflik.
Pemerintahan Taliban menegaskan keinginannya menyudahi perselisihan dengan Pakistan melalui musyawarah dan membuka peluang dialog dengan pihak Islamabad.
"Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan masih menginginkan masalah ini diselesaikan melalui dialog," kata juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam konferensi pers di Kandahar, seperti dilansir dari Anadolu, Minggu, 1 Maret 2026.
Mujahid menyebutkan bahwa pesawat militer Pakistan “masih mengudara di atas Afghanistan” beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke Kabul, Kandahar, serta sejumlah kota lainnya.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Bandara Internasional Kuwait Diserang Drone
Menurutnya, sedikitnya 13 tentara Afghanistan tewas dan 22 lainnya mengalami luka dalam bentrokan tersebut. Selain itu, sekitar 13 warga sipil juga dilaporkan terluka.
Dalam pernyataannya, Mujahid menuding Pakistan “tidak menunjukkan kemauan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog”.
Ia juga mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dan banyak lainnya luka-luka dalam bentrokan perbatasan, dengan 19 pos disebut hancur. "Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa lainnya yang ditangkap, yang jumlahnya akan kami umumkan nanti," sebut Mujahid.
Lebih lanjut, Mujahid membantah tudingan Pakistan yang menyatakan bahwa kelompok Taliban Pakistan memanfaatkan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan.
Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af (Antara)
Bentrokan sengit antara kedua negara telah berlangsung sejak Kamis, 26 Februari 2026 malam. Kabul menyebut serangan lintas perbatasan terhadap Pakistan sebagai respons atas serangan udara yang lebih dulu dilakukan Islamabad.
Pakistan kemudian membalas dengan menggempur sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, Kandahar, dan Paktia, pada Jumat, 27 Februari 2026 pagi.
Sebuah jet tempur Pakistan dilaporkan jatuh di Jalalabad, Afghanistan, pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Pilot pesawat tersebut disebut ditangkap dalam keadaan hidup oleh otoritas Afghanistan.
Otoritas militer dan kepolisian Afghanistan, seperti dilaporkan Agence France-Presse, mengklaim jet tempur Pakistan itu ditembak jatuh di wilayah Jalalabad.
"Sebuah jet tempur Pakistan ditembak jatuh di distrik keenam kota Jalalabad, dan pilotnya ditangkap hidup-hidup," kata juru bicara kepolisian setempat, Tayeb Hammad.
Baca Juga: Sekjen PBB Kutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah, Serukan Hal Ini
Sejumlah warga yang diwawancarai AFP menyebut pilot tersebut sempat melontarkan diri dengan parasut sebelum akhirnya diamankan aparat Afghanistan.
Dalam keterangan terpisah, juru bicara militer Afghanistan wilayah timur, Wahidullah Mohammadi, turut membenarkan bahwa jet tempur Pakistan ditembak jatuh oleh pasukan Afghanistan.
"Pilotnya ditangkap hidup-hidup," sebut Mohammadi.
Pengumuman itu disampaikan setelah jurnalis AFP di lapangan mendengar suara jet tempur di Jalalabad yang kemudian diikuti dua ledakan dari arah bandara kota tersebut pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Pakistan terkait klaim yang disampaikan Afghanistan tersebut.
Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat (Istimewa)