Khamenei Tewas, Iran: Serangan Besar-besaran akan Segera Dimulai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 11:46
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa operasi ofensif paling besar sepanjang sejarah Republik Islam Iran akan segera digelar. Pernyataan tersebut menjadi ancaman langsung kepada Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Anadolu, Minggu, 1 Maret 2026, Iran segera menyatakan akan melakukan pembalasan setelah Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi.

"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki," Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pemerintah Iran menegaskan bahwa ‘kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam’. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyebut serangan bersama AS-Israel akan memicu perlawanan besar terhadap apa yang mereka sebut sebagai penindasan global.

Baca Juga: Viral Warga Bahrain Rayakan Serang Drone Iran Kenai Gedung yang Disebut Persembunyian Mossad

SNSC, lembaga strategis yang mengoordinasikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional Iran, menyatakan bahwa Iran bersama sekutunya justru akan semakin kuat dan teguh setelah serangan tersebut.

Serangan udara AS dan Israel dilaporkan menghantam kota-kota di 24 provinsi Iran, hanya dua hari sebelum agenda perundingan di Wina terkait program nuklir Iran. Pertemuan yang dijadwalkan pada Senin merupakan putaran keempat dialog antara delegasi Iran dan AS sepanjang Februari.

Serangan Iran Israel <b>(Istimewa)</b> Serangan Iran Israel (Istimewa)

Putaran sebelumnya digelar di Jenewa pada Kamis lalu, di mana Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi yang berperan sebagai mediator menyampaikan adanya kemajuan dalam pembicaraan.

Namun pada 28 Februari 2026, AS dan Israel tetap melancarkan serangan yang oleh Iran dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam. Teheran menyebut sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota menjadi sasaran.

Iran secara resmi mengonfirmasi kematian Ali Khamenei akibat serangan tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

x|close