Iran Gelar Sidang Pemilihan Pemimpin Baru Pasca Gugurnya Ali Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 14:39
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Majelis Ahli dijadwalkan berkumpul pada Minggu, 1 Maret 2026, untuk memulai tahapan pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Proses tersebut dilakukan menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur akibat serangan militer.

"Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya," kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.

"Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai," ucap dia, menambahkan.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, waktu setempat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan bertubi-tubi ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Baca Juga: Trump Umumkan Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Sebagai respons, Iran mengerahkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada Minggu, 1 Maret 2026, televisi nasional Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei syahid akibat serangan rudal Amerika Serikat dan Israel tersebut.

Larijani juga menegaskan bahwa langkah balasan Iran tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah. Ia memastikan bahwa target yang disasar hanyalah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut dan bukan wilayah kedaulatan negara lain.

Baca Juga: Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran

(Sumber: Antara) 

x|close