Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengingatkan bahwa perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berpotensi menimbulkan dampak negatif, salah satunya kenaikan harga minyak dunia.
"Iya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini," ujar JK di kediaman pribadinya, Jakatta, Minggu, 1 Maret 2026.
JK menambahkan, perang di Timur Tengah juga berpotensi mengganggu ekspor Indonesia ke beberapa negara.
Baca Juga: Trump Klaim Sudah Ketahui Sosok Calon Pemimpin Iran Pasca Kematian Khamenei
"Juga ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu. Jadi masalahnya, ya, kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti setop," kata JK.
Lebih lanjut, JK menekankan bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel akan memengaruhi arus logistik impor-ekspor dari dan ke Timur Tengah.
“Itu berarti adanya suatu logistik sistem impor-ekspor di Timur Tengah ke selatan dan ke utara jadi masalah. Kita antara lain ada di selatan yang mengalami seperti itu. Jadi hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu mungkin sebulan. Mungkin kita ada persediaan rata-rata persediaan kita 3 minggu," jelas JK.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (NTVnews)