Infografik: Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 20:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan menyiapkan skenario evakuasi guna memastikan keselamatan mereka usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026. Pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan menyiapkan skenario evakuasi guna memastikan keselamatan mereka usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Iran usai terjadinya serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di negara tersebut pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran sekaligus menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan memburuknya situasi keamanan.

Berdasarkan data Kemlu per Jumat, 28 Februari 2026, jumlah WNI di Iran diperkirakan mencapai sekitar 380 hingga 400 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 329 WNI telah melapor diri ke Perwakilan RI.

Mayoritas WNI di Iran merupakan mahasiswa yang tersebar di berbagai kota, dan hingga saat ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban langsung maupun menerima ancaman secara spesifik akibat eskalasi konflik.

Pemerintah juga telah menyiapkan skenario evakuasi sebagai langkah kontinjensi apabila kondisi keamanan semakin memburuk. Opsi yang disiapkan meliputi penerbangan langsung dari Iran ke Indonesia jika memungkinkan, atau evakuasi melalui jalur darat menuju Baku, Azerbaijan, sebelum diterbangkan ke Tanah Air.

Meski demikian, Kemlu menegaskan bahwa per 28 Februari 2026 belum ada keputusan untuk melakukan evakuasi karena situasi masih terus dipantau secara ketat.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan Ke Tanah Suci

Selain langkah evakuasi, Kemlu mengeluarkan imbauan kepada WNI agar terus memantau perkembangan situasi terkini, menunda perjalanan ke Iran, serta menghindari wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi sasaran serangan.

Bagi WNI yang berada di Iran, pemerintah meminta agar tetap menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran dan mematuhi arahan otoritas setempat demi keselamatan bersama.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan.

“Kita akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” ujarnya. Kemlu juga membuka jalur komunikasi darurat melalui hotline KBRI Teheran dan Direktorat Pelindungan WNI bagi WNI yang membutuhkan bantuan.

Berikut Infografiknya: 

Pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan menyiapkan skenario evakuasi guna memastikan keselamatan mereka usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026. <b>(Antara)</b> Pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan menyiapkan skenario evakuasi guna memastikan keselamatan mereka usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026. (Antara)

Baca Juga: 5 Penerbangan dari Bali Batal Akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

x|close