Massa Serbu Kedutaan AS di Karachi dan Baghdad, 9 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 18:34
thumbnail-author
Agus Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Massa Serbu Kedutaan AS di Karachi dan Baghdad Massa Serbu Kedutaan AS di Karachi dan Baghdad (Media Sosial)

Ntvnews.id, Pakistan - Situasi memanas di Karachi, Pakistan, ketika para pengunjuk rasa menyerbu Konsulat Amerika Serikat. Berbekal batu, papan kayu, dan tongkat, massa menerobos masuk ke wilayah diplomatik, menjebol barisan keamanan, dan menyerang perimeter gedung tersebut. Kota pelabuhan itu seketika menjadi sorotan dalam percaturan politik global.

Ratusan demonstran, terutama dari komunitas Syiah, bergerak sekitar 24 jam setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang disebut-sebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Amarah yang meluap berubah menjadi bentrokan sengit dengan polisi dan pasukan paramiliter.

Baca juga: Demonstrasi Meluas di Iran Usai Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan sekitar dua puluh lebih lainnya terluka dalam kekerasan yang terjadi pada hari Minggu tersebut. Polisi dan pejabat rumah sakit di Karachi menyebutkan sedikitnya 25 orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Summaiya Syed Tariq, dokter forensik kepolisian di rumah sakit pemerintah utama kota itu, mengonfirmasi bahwa awalnya enam jenazah dibawa ke fasilitas tersebut, namun jumlah korban tewas meningkat menjadi sembilan setelah tiga korban luka parah meninggal dunia.

Gelombang kemarahan tidak hanya terjadi di Pakistan. Di Baghdad, Irak, kerumunan massa juga berusaha menerobos masuk ke Kedutaan Besar AS, memperlihatkan eskalasi ketegangan yang meluas di kawasan dan berpotensi memicu instabilitas regional yang lebih luas.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Pakistan melalui platform X menyatakan tengah memantau laporan demonstrasi yang berlangsung di Konsulat Jenderal AS di Karachi dan Lahore, serta seruan aksi tambahan di Kedutaan Besar AS di Islamabad dan Konsulat Jenderal di Peshawar.

Otoritas setempat menyarankan warga negara AS di Pakistan untuk mengikuti perkembangan berita lokal, tetap waspada terhadap situasi sekitar, menghindari kerumunan, dan memastikan registrasi perjalanan mereka selalu diperbarui.

x|close