Infografik: Jejak 3 Dekade Ali Khamenei Memimpin Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 04:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini menandai akhir kepemimpinan ulama dan politisi itu selama 37 tahun di Iran. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini menandai akhir kepemimpinan ulama dan politisi itu selama 37 tahun di Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kabar tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan ulama sekaligus politikus itu selama 37 tahun di Republik Islam Iran. Sejak 1989, Khamenei memegang posisi sebagai Pemimpin Tertinggi, jabatan tertinggi dalam sistem politik Iran.

Lahir di Mashhad, Iran, pada 19 April 1939, Khamenei mulai aktif dalam gerakan anti-Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1963. Setelah Revolusi Iran 1979, ia masuk ke Dewan Revolusi dan menjabat Wakil Menteri Pertahanan. Pada 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat hingga 1989.

Setelah revisi konstitusi yang memperkuat posisi Pemimpin Tertinggi, Khamenei terpilih menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini dan sejak saat itu menjadi figur sentral dalam arah politik dan keamanan Iran.

Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei berperan sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca Juga: Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran

Dalam masa kepemimpinannya, ia secara bertahap memperkuat otoritas lembaga tersebut serta menjalankan kebijakan luar negeri yang menolak pengaruh Amerika Serikat.

Ia juga membatasi keterbukaan Iran terhadap Barat dan memperluas aliansi regional, termasuk mempererat hubungan strategis dengan China dan Rusia.

Di bidang strategis, Khamenei melanjutkan program nuklir Iran yang diklaim untuk tujuan sipil, meski mendapat sorotan dan tekanan internasional. Di mata dunia, sosoknya dipandang beragam.

Ia dikenal sebagai pembela Palestina dan sekutu bagi kelompok-kelompok yang menentang dominasi Barat. Namun, Amerika Serikat menilai Iran sebagai sponsor utama terorisme karena dukungannya terhadap Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Wafatnya Khamenei membuka babak baru dalam dinamika politik Iran dan kawasan Timur Tengah. Transisi kepemimpinan di negara tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian dunia, mengingat posisi strategis Iran dalam geopolitik regional maupun global.

Berikut Infografiknya: 

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini menandai akhir kepemimpinan ulama dan politisi itu selama 37 tahun di Iran. <b>(Antara)</b> Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini menandai akhir kepemimpinan ulama dan politisi itu selama 37 tahun di Iran. (Antara)

Baca Juga: Jutaan Warga Iran Gelar Demo, Kutuk AS dan Israel Atas Kematian Ali Khamenei

x|close