Ntvnews.id, Taheran - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah serta pangkalan udara Israel. Di tengah situasi tersebut, Yordania dilaporkan mencegat rudal yang melintas di wilayah udaranya, sementara sirene peringatan serangan udara terdengar di Israel.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 2 Maret 2026, sistem pertahanan Yordania berhasil mengintersepsi rudal yang memasuki wilayah udara ibu kota Amman. Selain itu, rudal yang mengarah ke kawasan utara negara tersebut juga berhasil dicegat.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan bunyi sirene serangan udara yang terus terdengar di dalam dan sekitar Tel Aviv, Israel.
Sebelumnya, IRGC menyatakan tengah menjalankan gelombang serangan keenam sebagai respons atas pemboman AS-Israel terhadap Iran. Ledakan dilaporkan terdengar hingga Dubai, Uni Emirat Arab, dan Doha, Qatar.
Baca Juga: Infografik: Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan
Berdasarkan laporan Al Jazeera dan AFP, Iran mengumumkan telah menembakkan rudal dan drone dalam jumlah besar yang menargetkan pangkalan militer Israel dan AS di kawasan Arab. IRGC mengklaim 27 pangkalan AS menjadi sasaran, termasuk pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando militer Israel di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan utama di kota tersebut.
Pasukan Iran disebut akan menerapkan langkah pembalasan yang berbeda dan lebih keras, dengan serangan bertubi-tubi. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi setelah pengumuman serangan tersebut.
Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)