Ntvnews.id
“Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan Inggris demi tujuan defensif yang spesifik dan terbatas itu,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan.
Ia menegaskan pemerintah Inggris menerima permintaan tersebut guna mencegah Iran menembakkan rudal di kawasan, yang berpotensi menewaskan warga sipil tak bersalah, membahayakan warga Inggris, serta menyerang negara-negara yang tidak terlibat konflik.
Starmer menyebut keputusan itu didasarkan pada prinsip pembelaan diri kolektif bersama sekutu lama dan untuk melindungi nyawa warga Inggris.
Baca Juga: 3 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Iran, Trump: Amerika Akan Balas Kematian Mereka
Sejak Sabtu, 28 Februari 2026, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi keamanan
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal terhadap Israel serta aset-aset AS di kawasan, yang mendorong sejumlah negara Teluk menutup wilayah udaranya.
Otoritas Iran menyatakan masa berkabung selama 40 hari dan membentuk dewan sementara hingga pengganti Khamenei ditetapkan, serta berjanji akan melakukan pembalasan.
Starmer menegaskan Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif.
Baca Juga: Iran Lancarkan Gelombang Serangan ke-9 ke Israel-AS di Timur Tengah
“Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif sekarang,” katanya.
Namun, ia menyatakan Iran menjalankan strategi “bumi hangus”, sehingga Inggris mendukung pembelaan diri kolektif sekutu dan warganya di kawasan sebagai kewajiban kepada rakyat Inggris.
Starmer menilai langkah tersebut merupakan cara terbaik untuk menghilangkan ancaman mendesak dan mencegah situasi semakin memburuk.
(Sumber: Antara)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)