Negara Teluk Arab Tegaskan Siap-siap Balas Agresi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 14:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Koalisi negara Teluk menegaskan tekad mereka untuk mempertahankan diri dari rangkaian serangan Iran, bahkan secara eksplisit membuka kemungkinan “membalas agresi” bila situasi menuntut. Sikap ini diutarakan setelah Gulf Cooperation Council menggelar pertemuan virtual pada Minggu (1/3) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, para menteri luar negeri dari enam anggota GCC, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait menyampaikan bahwa seluruh negara mereka telah menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Para menteri ini, dalam pembahasan kolektifnya, "meninjau kerusakan luas yang diakibatkan oleh serangan Iran yang berbahaya" serta memetakan langkah untuk mengembalikan stabilitas kawasan.

Baca Juga: Istana: Try Sutrisno Memberikan Teladan Bagaimana Mencintai Negara Kita

Melalui pernyataan bersama yang dirilis seusai rapat dan disampaikan oleh Al Arabiya serta Agence France-Presse, negara-negara Teluk menegaskan bahwa mereka akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta untuk melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi.

Pernyataan yang sama menyerukan penghentian segera serangan-serangan tersebut, sambil menegaskan bahwa stabilitas kawasan Teluk bukan hanya kepentingan regional, melainkan pilar fundamental stabilitas ekonomi global.

Ketegangan meningkat tajam setelah Iran menembakkan rudal dan drone ke berbagai sasaran di kawasan Teluk. Serangan itu dilakukan sebagai respons atas operasi besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sebuah operasi yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam narasinya, Donald Trump mengklaim bahwa serangan gabungan AS–Israel telah menewaskan 48 pemimpin Iran. Ia menilai operasi tersebut sebagai kesuksesan dan menyatakan rasa puas terhadap hasil awal perang yang dimulai pada Sabtu (28/2).

Baca Juga: Zendaya dan Tom Holland Dikabarkan Menikah Diam-diam

"Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat," dalam wawancara dengan media AS Fox News, seperti dikutip AFP.

Dalam wawancara terpisah dengan CNBC, ia kembali menegaskan keberhasilan operasi tersebut. Trump menyatakan bahwa tujuan serangan adalah menyingkirkan kepemimpinan Iran serta melumpuhkan kemampuan militernya. Menurutnya, perkembangan pasca-serangan berjalan sesuai rencana dan bahkan lebih cepat dari perkiraan.

"Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal. Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif,” jelasnya.

x|close