Iran Sebut Fasilitas Nuklirnya Jadi Sasaran Serangan AS–Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. (ANTARA)

Ntvnews.id, Taheran - Iran mengakui bahwa salah satu fasilitas nuklirnya menjadi target serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Minggu, 1 Maret 20-26 waktu setempat. Hingga kini, belum jelas seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut maupun adanya potensi dampak berbahaya bagi masyarakat sekitar.

Dilansir dari Reuters, Selasa, 3 Maret 2925, pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Reza Najafi, yang berbicara dalam pertemuan Dewan Gubernur International Atomic Energy Agency (IAEA) yang beranggotakan 35 negara.

"Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan dilindungi kemarin," ujar Najafi kepada wartawan yang hadir dalam forum IAEA tersebut. Ketika ditanya fasilitas nuklir mana yang terkena serangan, Najafi menyebutkan, "Natanz."

Namun, Najafi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan akibat serangan terbaru oleh AS dan Israel itu.

Baca Juga: Istri Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Meninggal Dunia di Tengah Eskalasi Konflik Iran–AS

Ini merupakan kali kedua fasilitas nuklir Natanz dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Selama konflik selama 12 hari pada Juni tahun lalu, Natanz termasuk salah satu dari tiga fasilitas nuklir Iran bersama Fordow dan Isfahan yang dihantam pengeboman oleh pasukan AS dan Israel.

Fasilitas nuklir Natanz terletak sekitar 250 kilometer di selatan ibu kota Teheran dan dikenal sebagai kompleks pengayaan uranium terbesar di Iran. Menurut para analis, Natanz digunakan untuk merakit dan mengembangkan sentrifugal yang mampu mengubah uranium menjadi bahan bakar nuklir.

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Menurut data dari lembaga Nuclear Threat Initiative (NTI), Natanz memiliki enam bangunan di atas tanah dan tiga bangunan bawah tanah, dengan dua di antaranya mampu menampung hingga 50.000 sentrifugal. Fasilitas ini telah beroperasi sejak 2003 dan berdasarkan informasi dari IAEA, Iran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen di lokasi tersebut meskipun tingkat kemurnian untuk senjata nuklir mencapai 90 persen.

Serangan udara terhadap fasilitas tersebut pada tahun sebelumnya dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bagian permukaan dari Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Percontohan di Natanz. Akibat serangan tersebut, aliran listrik ke area bawah tanah di Natanz sempat terputus, yang dianggap efektif dalam mengganggu sistem operasional di dalam fasilitas tersebut.

x|close