Infografik: Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia yang Krusial

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 14:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketegangan antara AS-Israel dengan Iran berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026. Penutupan ini menyebabkan ratusan kapal tertahan di jalur yang krusial bagi perdagangan minyak dunia tersebut. Ketegangan antara AS-Israel dengan Iran berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026. Penutupan ini menyebabkan ratusan kapal tertahan di jalur yang krusial bagi perdagangan minyak dunia tersebut. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan jalur strategis tersebut oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026. Penutupan Selat Hormuz berdampak langsung pada arus perdagangan minyak global.

Sebagai jalur distribusi utama, Selat Hormuz menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar energi di Asia dan Eropa.

Data U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan sekitar 20 persen total volume perdagangan minyak dunia pada 2024 didistribusikan melalui selat ini. Volume minyak yang melintas tercatat 19,1 juta barel per hari pada 2021, meningkat menjadi 21,4 juta barel per hari pada 2023, sebelum turun ke 20,3 juta barel per hari pada 2024 dan 20,1 juta barel per hari pada 2025.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel-AS

Diperkirakan terdapat 150 hingga 200 kapal pengangkut minyak yang tertahan di wilayah tersebut per 1 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan energi global, mengingat sejumlah negara sangat bergantung pada jalur tersebut.

Arab Saudi menjadi negara asal minyak terbesar yang melewati Selat Hormuz dengan volume 5,3 juta barel per hari, disusul Irak 3,2 juta barel per hari dan Uni Emirat Arab 1,8 juta barel per hari.

Dari sisi negara tujuan, China menjadi pengimpor terbesar dengan 5,4 juta barel per hari, diikuti India 2,1 juta barel per hari dan Korea Selatan 1,7 juta barel per hari.

Penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan berdampak pada kenaikan harga berbagai komoditas, sehingga meningkatkan tekanan inflasi secara global.

Situasi ini menegaskan kembali posisi Selat Hormuz sebagai jalur vital yang menentukan stabilitas energi dan ekonomi dunia.

Berikut Infografiknya:

Ketegangan antara AS-Israel dengan Iran berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026. Penutupan ini menyebabkan ratusan kapal tertahan di jalur yang krusial bagi perdagangan minyak dunia ters <b>(Antara)</b> Ketegangan antara AS-Israel dengan Iran berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026. Penutupan ini menyebabkan ratusan kapal tertahan di jalur yang krusial bagi perdagangan minyak dunia ters (Antara)

Baca Juga: BPS Paparkan Nilai Perdagangan RI dengan Negara di Jalur Selat Hormuz

x|close