Infografik: Langkah Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah pada Jamaah Umrah Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 16:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Eskalasi gejolak di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap pembatasan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Merespons hal ini, pemerintah melakukan langkah mitigasi guna membantu jamaah umrah Indonesia yang terdampak. Eskalasi gejolak di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap pembatasan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Merespons hal ini, pemerintah melakukan langkah mitigasi guna membantu jamaah umrah Indonesia yang terdampak. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada pembatasan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi, sehingga memengaruhi pergerakan jamaah umrah asal Indonesia. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah yang terdampak situasi tersebut.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) per Sabtu, 1 Maret 2026, tercatat sebanyak 58.873 jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Meski terjadi peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku, kondisi di Arab Saudi dilaporkan tetap aman dan aktivitas berjalan normal. Penerbangan juga masih dioperasikan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan ke depan.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah membentuk tiga tim di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji Bandara Jeddah untuk memberikan pendampingan kepada jamaah yang tertahan di bandara. Selain itu, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan otoritas setempat guna memastikan perlindungan serta kenyamanan jamaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Pemerintah mengimbau warga negara Indonesia untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah hingga kondisi dinilai lebih kondusif.

Baca Juga: Kemenhaj Pastikan 6.047 Jamaah Umrah Tiba dengan Aman di Tanah Air

Bagi jamaah yang sudah berada di Arab Saudi, diminta tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing serta mengakses informasi dari sumber resmi dan tepercaya.

Layanan hotline KBRI Riyadh juga disiagakan untuk membantu jamaah yang membutuhkan informasi dan pendampingan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk mempertimbangkan penundaan perjalanan.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya.

Berikut Infografiknya: 

Eskalasi gejolak di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap pembatasan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Merespons hal ini, pemerintah melakukan langkah mitigasi guna membantu jamaah umrah Indonesia yang terdampak. <b>(Antara)</b> Eskalasi gejolak di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap pembatasan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Merespons hal ini, pemerintah melakukan langkah mitigasi guna membantu jamaah umrah Indonesia yang terdampak. (Antara)

Baca Juga: Konflik Iran, 3.000 Jamaah Umrah Sumatera Barat Tertahan

x|close