Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia harus berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan seiring perkembangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa arahan tersebut disampaikan Presiden dalam forum diskusi dan silaturahmi kebangsaan di Istana Merdeka, Selasa, 3 Maret 2026 malam. Pertemuan itu turut dihadiri para Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, mantan Menteri Luar Negeri, serta para Ketua Umum partai politik.
"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026 malam.
Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, Sugiono menyebut telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran agar segera menyiapkan langkah evakuasi apabila terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang ingin dipulangkan.
Baca Juga: Namanya Muncul di Epstein Files, Bill Clinton Klarifikasi Foto Berendam di Hot Tub
Ia menjelaskan bahwa tidak semua WNI di wilayah terdampak mengajukan permintaan evakuasi. Namun, sebagian WNI di Iran menyatakan kesediaan untuk kembali ke tanah air sehingga proses pemulangan akan dilakukan secara bertahap.
Menurut Sugiono, perkembangan situasi masih dinamis dan pemerintah akan terus memantau kondisi yang ada.
Dalam konteks diplomasi, ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam percakapan tersebut, Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan yang memicu peningkatan konflik di kawasan.
Ia menegaskan bahwa Indonesia kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan suatu negara serta perlunya kembali ke meja perundingan guna meredakan ketegangan.
Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)
Selain itu, Sugiono juga menyampaikan aspirasi Presiden Prabowo untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredakan situasi.
"Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," kata Sugiono.
Sebelumnya, Presiden mengundang sejumlah tokoh nasional ke Istana Merdeka untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis, termasuk geopolitik global.
Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Pelindungan untuk Pemulangan Jemaah Umrah
Tokoh yang hadir antara lain Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin.
Sementara itu, para ketua umum partai politik yang turut hadir di antaranya Zulkifli Hasan, Surya Paloh, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, Al Muzammil Yusuf, dan Bahlil Lahadalia.
Turut hadir pula sejumlah mantan Menteri Luar Negeri seperti Alwi Shihab, Hasan Wirajuda, dan Marty Natalegawa, serta jajaran Kabinet Merah Putih. Pertemuan berlangsung sekitar tiga setengah jam, dimulai pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)