Spanyol Tolak AS Gunakan Pangkalan Militernya, Trump Langsung Putuskan Hubungan Dagang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 13:28
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah pemerintah negara itu menolak penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.

"Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz, Selasa, 3 Maret 2026.

Sebelumnya, pada Senin, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak dapat menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan seluruh fasilitas yang berada di bawah kedaulatan Spanyol hanya dapat digunakan sesuai perjanjian bilateral dan selaras dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Albares dalam wawancara dengan media Spanyol.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun pangkalan tersebut digunakan bersama, otoritas tertinggi tetap berada di tangan pemerintah Spanyol.

Baca Juga: Spanyol Tegas Larang AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serangan ke Iran

Albares membantah bahwa Washington telah memberi pemberitahuan sebelumnya dan menyebut serangan terbaru ke Iran sebagai "tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif."

Dalam kesempatan yang sama, Trump turut mengkritik Inggris

 terkait keputusan menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan skema sewa 99 tahun untuk pengoperasian pangkalan militer gabungan di Diego Garcia. Pulau tersebut selama puluhan tahun menjadi lokasi strategis yang menopang operasi militer AS di Timur Tengah.

Meski tidak menyebut Diego Garcia secara langsung, Trump menyatakan Inggris bersikap "sangat tidak kooperatif" ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran dan menyebut sikap London sebagai hal yang mengejutkan.

"Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali," katanya.

Trump menambahkan bahwa pihaknya memerlukan waktu tiga hingga empat hari untuk memastikan lokasi pendaratan di Diego Garcia.

"Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," ujar Trump, merujuk pada mantan perdana menteri Inggris era Perang Dunia II, Winston Churchill, sembari membandingkannya dengan Perdana Menteri Inggris saat ini, Keir Starmer.

Baca Juga: Trump Tawarkan Asuransi dan Pengawalan Militer untuk Kapal di Teluk Persia

(Sumber: Antara) 

x|close