Mojtaba Khamenei Jadi Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 19:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari Sabtu, yang memicu serangan rudal Iran terhadap target-target Israel dan AS di seluruh kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Mehr News Agency via Xinhua/bar Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari Sabtu, yang memicu serangan rudal Iran terhadap target-target Israel dan AS di seluruh kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Mehr News Agency via Xinhua/bar (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei

 yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk menduduki posisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Sejumlah tokoh agama dan ulama yang memiliki kewenangan menentukan Pemimpin Tertinggi disebut telah menggelar musyawarah pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, nama Mojtaba Khamenei mengemuka sebagai figur kuat untuk menggantikan ayahnya.

Informasi itu dilaporkan oleh The New York Times pada Selasa, 3 Maret 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.

Meski demikian, keputusan final mengenai penunjukan Mojtaba Khamenei masih berada dalam tahap pertimbangan hingga Rabu pagi, 4 Maret 2026. Proses suksesi ini berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih memanas pascaserangan.

Baca Juga: Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Suci Mashhad, Iran Siapkan Upacara Perpisahan Besar

Laporan The New York Times juga menyebut adanya kekhawatiran bahwa jika Mojtaba benar-benar ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, ia berpotensi menjadi target berikutnya dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer bersama ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, termasuk menewaskan Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta aset-aset Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk.

Baca Juga: IRGC Tegaskan Musuh Iran Tak Akan Aman Pasca Wafatnya Khamenei

(Sumber: Antara) 

x|close