Sebelumnya, pada Selasa, 3 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington berencana mengakhiri seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Pernyataan tersebut muncul setelah Spanyol tidak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi serangan terhadap Iran serta karena dinilai enggan meningkatkan anggaran pertahanan.
Namun demikian, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu, 4 Maret 2026, menyampaikan bahwa pemerintah Spanyol dalam beberapa jam terakhir mulai menunjukkan kerja sama dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Menlu Spanyol Ungkap AS Tak Beri Beri Tahu Sekutu Sebelum Serang Iran
Ia menyebut langkah tersebut terjadi setelah sebelumnya Spanyol menolak memberikan akses penggunaan pangkalan militer kepada pasukan AS.
Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez. Ia menegaskan bahwa sikap pemerintah Spanyol terkait isu tersebut tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga terus meningkat. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah