Ntvnews.id, Washington — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Rusia dan China terus memberikan dukungan politik kepada Iran di tengah operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Dukungan tersebut, menurut Araghchi, tetap mengalir di saat situasi keamanan regional masih sangat tegang.
Dalam wawancara dengan NBC, Araghchi mengatakan bahwa kedua negara tersebut tidak hanya memberikan dukungan secara politik, tetapi juga dalam aspek lain yang tidak dijelaskan secara rinci.
Baca Juga: Iran Tunda Pemilihan Penerus Ali Khamenei karena Situasi Keamanan
Ia menegaskan tidak akan memaparkan detail kerja sama Iran dengan negara lain karena situasi yang masih berada dalam kondisi konflik.
“Saya tidak akan memberikan rincian kerja sama kami dengan negara lain, tepat di tengah-tengah perang,” ujar Araghchi, menegaskan bahwa pembahasan mengenai dukungan internasional terhadap Iran tidak dapat diungkap secara terbuka pada saat konflik masih berlangsung.
Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Baca Juga: China Kutuk Keras Serangan AS-Israel yang Targetkan Warga Sipil Iran
Serangan itu juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam pembunuhan Khamenei dan menyebutnya melanggar norma moralitas manusia serta hukum internasional, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Liu Lei/aa. (Antara)