Ntvnews.id, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menyingkirkan struktur kepemimpinan Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News pada Kamis 5 Maret 2026, Trump mengklaim telah memiliki sejumlah kandidat yang dinilai dapat menjadi pemimpin yang baik bagi negara tersebut.
Trump mengatakan bahwa pihaknya ingin “membersihkan” struktur kepemimpinan Iran saat ini.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan sosok pemimpin yang nantinya hanya akan membangun kembali kekuatan Iran dalam waktu satu dekade ke depan.
Baca Juga: Menlu dari 7 Negara Bahas Upaya Perdamaian dan Masa Depan Gaza di Istanbul
Meski mengaku memiliki beberapa nama yang dianggap mampu memimpin Iran, Trump menolak mengungkapkan identitas mereka.
Ia juga menyatakan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan orang-orang yang masuk dalam daftar kandidat tersebut dapat tetap selamat di tengah konflik yang berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Trump turut menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang sebelumnya menyebut Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel.
Trump menilai pernyataan tersebut tidak relevan karena ia menegaskan bahwa invasi darat bukanlah opsi yang akan dipertimbangkan.
Baca Juga: Negara Timur Tengah Dukung Indonesia Jadi Mediator Iran - AS
Trump juga menegaskan bahwa tempo dan intensitas serangan terhadap Iran akan terus berlanjut.
Ia bahkan menyebut Iran telah kehilangan banyak kekuatan militernya, termasuk angkatan laut dan berbagai aset strategis lainnya di tengah konflik yang sedang berlangsung.
(Sumber: Antara)
Warga menangis usai berdoa untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) (Antara)