Israel Tuduh Iran Berulang Kali Gunakan Bom Tandan dalam Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mar 2026, 12:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Seorang pria memeriksa kendaraan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, 4 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) Arsip - Seorang pria memeriksa kendaraan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, 4 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv -  Militer Israel menuduh Iran menggunakan bom tandan dalam konflik yang sedang berlangsung. Pihak Israel menyebut jenis amunisi tersebut telah dipakai berkali-kali dalam serangan yang terjadi selama perang.Tuduhan itu disampaikan juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani.

"Mereka (Iran) menggunakan amunisi tandan," kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani dalam konferensi pers dilansir dari AFP, Sabtu, 7 Maret 2026.

"Mereka telah menggunakannya berkali-kali, yang merupakan kejahatan perang ketika diarahkan ke warga sipil dan kami sedang melacak situasi tersebut," tambah Shoshani.

Baik Iran maupun Israel diketahui tidak menjadi bagian dari lebih dari seratus negara yang telah meratifikasi Konvensi Amunisi Tandan 2008. Perjanjian internasional tersebut melarang penggunaan, produksi, transfer, serta penyimpanan bom tandan.

Baca Juga: Iran Bantah Serangan Drone ke Azerbaijan, Tuding Israel Dalang Insiden

Rekaman yang diperoleh Agence France-Presse pada Kamis, 5 Maret 2026 malam memperlihatkan sejumlah proyektil yang terbakar jatuh di langit wilayah Israel. Kepolisian Israel belum memberikan komentar resmi terkait rekaman tersebut. Namun, seorang analis militer yang meninjau video tersebut untuk AFP mengidentifikasi objek itu sebagai bagian dari bom tandan.

Sebelumnya, kepolisian Israel pada Rabu, 4 Maret 2026, menyatakan para ahli penjinak bom menemukan indikasi adanya amunisi tandan setelah rudal yang datang dari Iran terdeteksi. Pada hari yang sama, polisi juga merilis pengumuman layanan publik yang menampilkan seorang teknisi penjinak bom menjelaskan risiko dari senjata tersebut.

"Selama perang saat ini, garis depan menghadapi berbagai ancaman, baik rudal, UAV (drone), atau roket. Saya akan berbicara kepada Anda tentang ancaman yang sedikit kurang dikenal, tetapi tidak kalah berbahaya: ancaman amunisi tandan," kata teknisi tersebut dalam video.

Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu <b>(Antara)</b> Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)

Penggunaan bom tandan juga sempat disorot selama perang selama 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025. Laporan dari Amnesty International menyebut adanya penggunaan amunisi tandan yang dilarang secara luas.

Organisasi tersebut menganalisis sejumlah foto dan video yang menunjukkan dugaan penggunaan bom tandan yang dilaporkan menghantam wilayah metropolitan Gush Dan di sekitar Tel Aviv pada 19 Juni 2025.

Baca Juga: Irlandia Kecam Serangan AS–Israel ke Iran Tanpa Mandat PBB

Selain itu, kota Beersheva pada 20 Juni 2025 serta Rishon LeZion di selatan Tel Aviv pada 22 Juni 2025 juga dilaporkan terdampak serangan serupa. Amnesty menyebut serangan tersebut meninggalkan banyak kawah yang konsisten dengan karakteristik bom kecil dari amunisi tandan yang terlihat sebelumnya di kawasan Gush Dan.

Bom tandan sendiri bekerja dengan cara meledak di udara dan menyebarkan banyak bom kecil ke area yang luas. Sebagian bom kecil tersebut tidak selalu meledak saat jatuh ke tanah, sehingga dapat tetap berbahaya dalam jangka waktu lama dan berpotensi menimbulkan korban jiwa, terutama di kalangan anak-anak.

x|close