Trump Pertimbangkan pengerahan kontingen pasukan darat AS ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mar 2026, 20:45
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif di Washington, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif di Washington, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi menyatakan minat serius untuk mengerahkan pasukan darat AS ke Iran, demikian dilaporkan NBC News pada Jumat (6/3), mengutip beberapa narasumber, termasuk dua pejabat AS.

Trump telah membahas gagasan pengerahan pasukan darat dengan para ajudan dan pejabat Partai Republik di luar Gedung Putih, dengan fokus pada kontingen kecil pasukan untuk misi strategis tertentu alih-alih invasi skala besar, demikian menurut laporan tersebut, mengutip beberapa pejabat AS, seorang mantan pejabat AS, dan seorang narasumber yang mengetahui diskusi tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada keputusan yang dibuat terkait hal itu, tambah laporan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal bahwa negaranya bisa saja mengalihkan perhatian ke Kuba setelah konflik melawan Iran selesai. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri baru setelah perang di Timur Tengah.

Trump menyebut bahwa operasi terhadap Iran masih menjadi prioritas utama saat ini. Namun, ia mengindikasikan kemungkinan langkah lain terhadap negara Karibia tersebut setelah konflik yang sedang berlangsung berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump ketika berbicara di Gedung Putih pada Kamis (5/3), dalam acara penyambutan klub sepak bola Inter Miami CF yang menjadi juara Major League Soccer 2025. Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang dinilainya telah bekerja baik dalam kebijakan terhadap Kuba.

Trump menyebut situasi di Kuba menarik perhatian pemerintahannya, terlebih setelah Washington memperketat sanksi ekonomi terhadap negara pulau tersebut.

Baca Juga Usai Iran, Trump Isyaratkan Kuba Bisa Jadi Target Berikutnya

ANTARA

x|close