A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

AS dan Israel Bahas Opsi Kirim Pasukan Khusus untuk Amankan Uranium Iran - Ntvnews.id

AS dan Israel Bahas Opsi Kirim Pasukan Khusus untuk Amankan Uranium Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Gedung Capitol tempat Kongres AS berkantor di Washington, D.C, Amerika Serikat 15 Oktober 2025. (ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/bar) Arsip - Gedung Capitol tempat Kongres AS berkantor di Washington, D.C, Amerika Serikat 15 Oktober 2025. (ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/bar) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sedang mendiskusikan kemungkinan pengerahan pasukan khusus ke Iran guna menyita atau mengamankan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi pada tahap lanjutan konflik yang sedang berlangsung.

Dilansir dari Axios, Senin, 9 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga menyampaikan bahwa pasukan AS berpotensi dikirim ke Iran di masa mendatang untuk mengamankan uranium yang diperkaya milik negara tersebut.

Dengan mengutip empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Axios menyebut pemerintah AS telah mempertimbangkan sejumlah opsi terkait penanganan material nuklir Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang identitasnya tidak diungkapkan menjelaskan bahwa pemerintahan Trump membahas dua skenario utama. Opsi pertama adalah memindahkan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya keluar dari wilayah Iran.

Baca Juga: Drone Iran Berhasil Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Milik Amerika Serikat

Sementara opsi kedua adalah mengirim para pakar senjata nuklir ke Iran untuk menurunkan tingkat pengayaan uranium secara langsung di fasilitas nuklir negara tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa misi tersebut kemungkinan juga akan melibatkan ilmuwan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

IAEA selama ini dikenal sebagai lembaga internasional yang bertugas mengawasi program nuklir berbagai negara guna memastikan kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi.

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Axios juga melaporkan bahwa rencana operasi tersebut sebenarnya sudah masuk dalam salah satu opsi yang disampaikan kepada Presiden Trump bahkan sebelum konflik pecah.

Dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan bahwa skenario pengiriman pasukan khusus telah dipertimbangkan sejak tahap awal perencanaan kebijakan keamanan Amerika Serikat.

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Dukung Amerika Serang Iran

Selain itu, para pejabat pertahanan Israel disebut ikut memantau perkembangan diskusi tersebut.

Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan Trump bersama para penasihatnya secara serius mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pasukan khusus untuk menjalankan misi terbatas di wilayah Iran.

x|close