Ntvnews.id, Taheran - Iran dilaporkan memperluas daftar sasaran potensialnya dengan memasukkan aset ekonomi milik Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan media Iran pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kantor berita Fars News Agency yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya melaporkan bahwa Teheran telah mengubah pendekatan dalam menentukan target serangan. Strategi baru ini tidak lagi hanya berfokus pada instalasi militer milik Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pejabat tersebut, Iran kini memperluas “daftar target” dengan memasukkan “modal dan kepentingan Amerika”.
Dilansir dari Anadolu, Selasa, 10 Maret 2026, keputusan itu disebut diambil setelah adanya perubahan dalam pernyataan pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dinilai mencakup ancaman langsung terhadap rakyat Iran.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, IRGC Klaim Rudal Hantam Kapal Tanker Amerika di Teluk
Pada Minggu malam, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di sekitar Teheran.
Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan besar pada sejumlah fasilitas energi, termasuk depot minyak Shahran Oil Depot.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari.
Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu (Antara)
Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Selain itu, lebih dari 10.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Irak, Yordania, dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)