Teleponan sama Putih, Trump Sebut Percakapannya “Sangat Baik” Bahas Ukraina dan Konflik Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 15:51
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara selama konferensi pers akhir tahun di Moskow, Rusia, pada 19 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Hao Jianwei. Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara selama konferensi pers akhir tahun di Moskow, Rusia, pada 19 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Hao Jianwei. (Antara)

Ntvnews.id, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ia melakukan percakapan via telepon yang “sangat baik” dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait krisis Ukraina dan konflik yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel dengan Iran pada Senin, 9 Maret 2026.

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dan dia ingin bersikap sangat konstruktif," kata Trump dalam konferensi pers di Florida.

Trump menjelaskan bahwa keduanya membahas konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung hampir lima tahun. Percakapan tersebut merupakan komunikasi pertama mereka sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Baca Juga: Tarif Trump Dibatalkan, Indonesia Kaji Ulang Kerja Sama Impor BBM dari Amerika Serikat

Ia menilai diskusi mengenai isu tersebut berlangsung secara positif.

"Itu adalah 'percakapan yang positif mengenai isu tersebut'," ujar Trump.

Sebelumnya pada Senin, 9 Maret 2026, ajudan presiden Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin berlangsung secara terbuka dan lugas serta berlangsung sekitar satu jam. 

Baca Juga: Soal Pertemuan Prabowo dengan Donald Trump, Menlu: Di DC Apa di Mar-a-Lago

Ushakov menjelaskan bahwa Putin menyampaikan sejumlah gagasan yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik secara politik dan diplomatik secepat mungkin, setelah sebelumnya berdiskusi dengan para pemimpin negara-negara Teluk dan presiden Iran.

Sementara itu, Trump menyampaikan pandangannya terkait perkembangan situasi yang tengah berlangsung.

Selain konflik di Ukraina dan Timur Tengah, kedua pemimpin juga menyinggung situasi di Venezuela dalam kaitannya dengan kondisi pasar minyak global.

Pada hari yang sama, Putin juga mengingatkan bahwa upaya untuk mengguncang stabilitas di Timur Tengah berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar energi dunia, termasuk kenaikan harga dan terbatasnya pasokan minyak global.

(Sumber: Antara)

x|close