Kapal Kargo Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 22:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. ANTARA/Anadolu/am. Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pusat operasi keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), menerima laporan mengenai sebuah kapal kargo yang dihantam proyektil tak dikenal di kawasan Selat Hormuz pada Rabu dini hari waktu setempat.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi hanya beberapa jam setelah insiden serupa yang menimpa kapal lain di jalur pelayaran strategis tersebut.

Menurut UKMTO, kapal pengangkut curah itu terkena proyektil yang tidak diketahui asalnya saat berada sekitar 50 mil laut atau sekitar 93 kilometer di barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA).

Setelah kejadian tersebut, kapten kapal segera melaporkan insiden itu kepada lembaga pemantauan keamanan maritim yang berbasis di Inggris.

Dalam pemberitahuan yang dirilis, tidak terdapat laporan mengenai kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Pemerintah Pantau Pencarian Tiga ABK WNI yang Hilang di Selat Hormuz

Selain itu, seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka.

Otoritas terkait kini tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Kapal-kapal yang melintas di wilayah itu juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Baca Juga: Selat Hormuz Lumpuh, Harga BBM di Berbagai Negara Naik

Insiden terbaru ini terjadi setelah sebelumnya pada hari yang sama juga dilaporkan adanya kapal kargo lain yang terkena proyektil tak dikenal di jalur perairan penting tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.

Ketegangan di wilayah tersebut turut memicu kenaikan harga minyak dunia sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Situasi keamanan kawasan semakin memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

(Sumber: Antara)

x|close