Ntvnews.id, Tel Aviv - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok perlawanan asal Lebanon, Hizbullah, meluncurkan serangan rudal yang menargetkan stasiun satelit komunikasi milik militer Israel di Tel Aviv dan wilayah Lembah Elah.
Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 12 Maret 2026, Fasilitas satelit yang berada di Lembah Elah diketahui menjadi salah satu infrastruktur strategis yang digunakan militer Israel untuk mendukung operasi militernya di berbagai wilayah kawasan. Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas operasi militer yang dilakukan Israel terhadap Iran dan Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyatakan rudal yang mereka luncurkan berhasil menghantam sejumlah fasilitas penting di wilayah yang mereka sebut sebagai kawasan pendudukan bagian tengah. Serangan itu dilaporkan merusak stasiun satelit komunikasi yang berada di pangkalan militer serta fasilitas milik divisi pertahanan siber tentara Israel.
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Komandan Unit Hizbullah di Lebanon Selatan
Data yang beredar menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas militer Hizbullah dalam periode 2 hingga 9 Maret 2026. Setelah serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran, kelompok tersebut dilaporkan telah melaksanakan total 153 serangan balasan.
Operasi tersebut disebut menargetkan sedikitnya 36 pangkalan militer Israel di sejumlah titik strategis serta beberapa fasilitas militer penting lainnya.
Serangan balasan Hizbullah dipicu oleh meningkatnya jumlah korban akibat serangan udara Israel. Dalam satu pekan terakhir, operasi militer Israel dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 1.000 warga Iran dan lebih dari 400 warga Lebanon kehilangan nyawa.
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)