Ntvnews.id, Taheran - Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan terhadap dua kapal yang sedang melintas di Selat Hormuz. Salah satu kapal yang menjadi sasaran merupakan kapal pengangkut barang curah yang berasal dari Thailand.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran kini memberlakukan pengawasan serta pembatasan ketat terhadap kapal-kapal yang hendak melintas di kawasan tersebut.
"Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, terkena proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita ISNA Iran, dilansir dari AFP, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Kapal Kargo Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Selat Hormuz
Komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan aturan baru bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Dalam unggahannya di platform X, ia menyatakan bahwa "setiap kapal yang bermaksud untuk lewat harus mendapatkan izin dari Iran".
Sementara itu, pemerintah Thailand memberikan tanggapan setelah kapal berbendera negaranya menjadi sasaran serangan di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan yang dikutip Reuters, Kementerian Transportasi Thailand menyebutkan bahwa 20 awak kapal berhasil diselamatkan, sementara tiga awak lainnya masih dinyatakan hilang.
Kementerian itu menjelaskan para awak kapal sempat meninggalkan kapal menggunakan sekoci sebelum akhirnya dievakuasi oleh angkatan laut Oman. Serangan yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Iran memicu ledakan di bagian buritan kapal dan menyebabkan kebakaran di kompartemen mesin, lokasi tempat tiga awak kapal yang kini dilaporkan hilang tersebut sedang bekerja.
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)