Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Spanyol resmi menarik duta besarnya dari Israel secara permanen setelah hubungan diplomatik kedua negara memburuk. Ketegangan meningkat menyusul serangan gabungan yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.
Pengumuman tersebut tercantum dalam lembaran resmi pemerintah yang menyatakan bahwa masa tugas duta besar Spanyol untuk Israel telah diakhiri pada Selasa 10 Maret 2026. Informasi tersebut dilaporkan oleh kantor berita Reuters.
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa untuk sementara waktu kedutaan besar mereka di Tel Aviv tidak akan dipimpin oleh seorang duta besar. Sebagai gantinya, perwakilan diplomatik Spanyol di Israel akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares. ANTARA/Anadolu/py (Antara)
Langkah tersebut menandai peningkatan ketegangan diplomatik antara Spanyol dan Israel, yang sebelumnya telah diwarnai sejumlah perbedaan sikap terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: G7 Bahas Krisis Timur Tengah dan Rencana Pelepasan Cadangan Minyak Global
Meski menarik duta besar secara permanen, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa fungsi kedutaan di Tel Aviv tetap berjalan guna menjaga jalur komunikasi diplomatik antara kedua negara.
Seperti diketahui, serangan yang gabungan yang dilakukan Israel-Amerika terhadap Iran telah menimbulkan beberapa kecaman setelah pimpinan tertinggi Iran yaitu Ali Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan pada 28 Februari lalu.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)