Ntvnews.id, Moskow – Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menyatakan bahwa Iran tidak menuntut apa pun selain kemenangan dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Kami sedang berjuang untuk menang dan kami tidak menuntut apa pun, kecuali kemenangan. Trump dan Netanyahu harus tahu itu," kata Jalali kepada kantor berita multimedia internasional Rossiya Segodnya, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mengganti kerugian atas berbagai kerusakan yang timbul akibat serangannya terhadap Iran, sekaligus mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap negara tersebut.
Baca Juga: Iran Kecam Bungkamnya Dewan Keamanan PBB atas Serangan AS-Israel
Selain itu, Jalali menyebut negara-negara Arab mulai menyadari bahwa keberadaan militer Amerika Serikat tidak sepenuhnya mampu menjamin keamanan mereka.
Sebelumnya pada Sabtu 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban di kalangan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Intelijen AS Akui Rezim Iran Masih Kuat Meski Dibombardir AS-Israel Hampir 2 Pekan
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, kemudian dijelaskan bahwa operasi militer tersebut juga bertujuan untuk mendorong perubahan rezim di Iran.
Dalam peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan agar ketegangan segera diturunkan dan permusuhan dihentikan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel terlihat di atas Hebron, Palestina. (ANTARA/Anadolu/as) (Antara)